Pembagian Warisan dalam Keluarga Islam dengan Ayah Beristri Tiga dan Status Anak dari Istri Ketiga Tidak Jelas

28/03/21

Oleh : Ari***

Dijawab oleh : Admin Konsultasi Hukum

Pertanyaan:
Bagaimana pembagian warisan di keluarga saya? Kondisinya sebagai berikut: Saya adalah anak laki" tunggal dari istri pertama ayah Saya. Ayah saya mempunyai 2 istri lagi, masing" istri ke 2 3 orang anak perempuan, dan dari istri ke 3 1 orang anak laki (surat nikah &akte kelahiran adik" saya tersebut tidak diketahui) Sebelum ayah saya meninggal, beliau rujuk kembali dengan ibu saya dan usaha bersama ibu saya. Dan semua harta dan aset yg beliau tinggalkan usaha mereka berdua. Keluarga saya islam Tolong dibantu bagaimana pembagian warisan nya Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan saudara Ari************ kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Dijawab oleh: AZHARI, S.H., M.H. (PENYULUH HUKUM AHLI MUDA) Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan online yang saudara sampaikan kepada Pusut Penyuluhan dan Bantuan Hukum BPHN, Kementerian Hukum dan HAM RI, dari penjelasan saudara diatas dapat kami menyimpulkan yaitu terkait dengan persoalan pembagian Harta Warisan. Harta peninggalan merupakan seluruh barang atau benda yang ditinggalkan oleh seseorang telah meninggal dunia, dalam arti barang tersebut milik orang pada saat meninggal dunia, sedangkan harta warisan ialah harta yang berupa barang atau benda yang berhak diterima oleh ahli waris. warisan dibagi berdasarkan bagian masing-masing ahli waris yang sudah ditetapkan besarannya. Namun warisan dalam hukum waris Islam dapat dibagi berdasarkan wasiat. Orang yang telah berumur sekurang-kurangnya 21 tahun, berakal sehat dan tanpa adanya paksaan dapat mewasiatkan sebagian harta bendanya kepada orang lain atau lembaga. Pemilikan terhadap harta benda baru dapat dilaksanakan sesudah pewasiat meninggal dunia. Besaran Bagian Ahli Waris adalah: Setengah, Setidaknya ada lima orang yang berhak menerima harta warisan dengan jumlah setengah dari harta waris. Satu dari kelompok laki-laki dan empat perempuan. Mereka, disebut juga dengan ashhabul furudh. Meliputi suami, anak perempuan, cucu perempuan keturunan anak laki-laki, saudara kandung perempuan dan saudara perempuan se-ayah. Seperempat, Mereka yang berhak mendapat seperempat dari harta peninggalan ada dua orang. Yakni suami atau istri. Seperdelapan. Dari sederet ashhabul furudh yang berhak menerima warisan, jumlah seperdelapan diberikan hanya ke satu pihak, yakni istri. Ia akan menerima seperdelapan harta suami, bila sang suami memiliki anak atau cucu, baik lahir dari rahimnya maupun istri lain. Dua per Tiga, Ahli waris yang berhak mendapat dua per tiga harta terdiri dari empat orang. Mereka semuanya adalah wanita. Meliputi anak kandung (dua atau lebih), cucu perempuan keturunan anak laki-laki (dua atau lebih). Lalu saudara kandung perempuan (dua atau lebih) dan saudara perempuan se-ayah (dua atau lebih). Sepertiga Kelompok ashhabul furudh yang berhak mendapat sepertiga warisan adalah ibu dan dua saudara, baik laki-laki ataupun perempuan yang satu ibu. Syarat waris dalam Islam Dalam hukum waris Islam bersumber dari Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitabnya menyebutkan bahwa terdapat empat syarat utama yang harus dipenuhi sebelum melakukan pembagian warisan, di antaranya adalah sebagai berikut. Orang yang mewariskan harta peninggalan benar telah meninggal dunia atau telah ditetapkan oleh hukum bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia jika telah lama hilang atau tidak diketahui keberadaannya. Ahli waris masih hidup Ahli waris memiliki hubungan dengan pewaris karena hubungan pernikahan, kekerabatan, dan memerdekakan budak. Ahli waris yang ditetapkan oleh Hakim berhak menerima warisan Dokumen yang perlu dimiliki ahli waris Untuk mendapatkan haknya ahli waris memerlukan dokumen waris sah dari pewaris yang telah meninggal dunia. Dokumen ini bisa berupa surat keterangan waris dan akta waris, kemudian harus disahkan oleh Lurah dan Camat. Klien yang terhormat, berhubungan dengan keluarga saudara semuanya adalah beragama islam, maka hendaknya dalam pembagian harta warisan berpedomanlah pada Al-Quranulkarim yaitu surah An Nisa’ ayat 11 dan 12 serta ayat 176. Demikian yang dapat kami sampaikan semoga bermanfaat Disclaimer ; Jawaban Konsultasi Hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sebagai putusan Pengadilan. Dasar Hukum : Al-Qur’an surah An-Nisa’ayat 11, 12 dan 176. Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009 sebagai Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey Indeks Kepuasan Masyarakat dan memberikan penilaian Sangat Baik atas layanan konsultasi hukum gratis yang telah kami berikan dengan klik tautan dibawah ini: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfZWUXxTVWixDSacyDv-hmTA50-QYV15ac1Vdgb2r-v8Fit_A/viewform?vc=0&c=0&w=1 Terimakasih.
0

Pertanyaan Lanjutan

Tidak ada pertanyaan lanjutan

Diskusi Konsultasi

Silakan login terlebih dahulu untuk menambahkan komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!