Upaya Hukum atas Dugaan Gangguan dan Penghasutan oleh Mertua serta Tuntutan Ganti Rugi dan Prosedur Pelaporan
17/12/20
Oleh : Luk***
Dijawab oleh : Admin Konsultasi Hukum
Pertanyaan: Sebelum saya bertanya saya ingin bercerita sedikit tentang masalah saya. Saya mempunyai istri yg sudah saya nikahi secara agama pada tahun 2016. Mertua saya menginginkan anak perempuannya pulang dengan alasan yg selalu berubah dan tidak jelas. Sedangkan kami sudah memiliki anak. Jika ditelusur menurut analisa saya mereka menginginkan sejumlah uang. Jika saya tidak bisa memberi mereka selalu mencari permasalahan dan onar sehingga membuat lingkungan ditempat saya sangat terganggu. Saya merasa tidak nyaman dan malu dengan perbuatan mereka. Hidup saya merasa sangat terusik dengan kelakukan mereka. Bahkan sempat menghasut warga dan RT untuk mengusir saya dan membuat keonaran dirumah saya. Menurut info yg saya dapat dari istri saya mereka memang ada gangguan syaraf dan mengonsumsi obat syaraf sejak muda.
Yang ingin saya tanyakan :
1. Apakah perbuatan mereka ini bisa saya perkarakan mengingat mereka sudah sangat meresahkan dan mengganggu ketengan hidup saya? Dengan pasal apa yg bisa memberatkannya? Apakah bisa dengan pasal tindakan tidak menyenangkan? Atau pasal yg lainnya? Mengingat saya sampai tidak bisa tenang lagi dalam menjalani hidup ini.
2. Apakah saya bisa menuntut ganti rugi atas kelakuan mereka yg sudah sangat merugikan psikis saya merasa terganggu?
3. Bagaimana saya melaporkan ke pihak berwajib tentang masalah saya ini? Dan bagaimana jika memang hasil dari investigasi ternyata mereka terkena gangguan syaraf?
4. Apakah ada kuasa hukum di wilayah Solo yang bisa membantu saya dalam menagatasi masalah saya ini?
Mohon bantuannya. Terima kasih.
Terima kasih atas pertanyaan saudara Luk******* kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional.
Dijawab oleh: Supriyatno, S.H., M.H. (Penyuluh Hukum Ahli Madya)
Kami mengucapkan terima kasih atas pertanyaan yang Saudari sampaikan ...
Untuk memahami dan menjawab dari cerita Saudara, kami sebenarnya belum paham pokok permasalahan yang Saudara pertanyakan, namun demikian akan kami coba sedikit pemahami permasalahan Saudara dengan Mertua Saudara.
Menurut Kami sebagai orang Muslim Mertua adalah juga sebagai orang tua kita dan seharusnya diberlaku sebagaimana seharusnya.
Menurut ajaran yang kami anut (Islam) orang tua adalah pihak yang membesarkan dan mengasuh anak sejak lahir sampai dewasa, bahkan hingga menjadi orang sukses. Ayah dan ibu telah membesarkan seorang anak sampai dewasa dengan kasih sayang yang mereka curahkan kepada buah hatinya tersebut. Semua itu adalah bagian dari kewajiban yang harus dipenuhi orang tua untuk anaknya.
Tidak hanya orang tua yang memiliki kewajiban kepada anak, sebaliknya anak juga memiliki kewajiban tertentu terhadap orang tuanya yang telah membesarkannya tanpa pamrih dan dengan kasih sayang tersebut. Sudah sewajarnya apabila seorang anak juga memiliki kewajiban terhadap orang tuanya untuk membalas segala kasih sayang yang dilimpahkan kepadanya. Kewajiban anak kepada orang tua adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada orang tua
Anak wajib menaati orang tua karena dalam banyak hal orang tua yang hidup lebih lama telah memiliki lebih banyak pula pengalaman hidup yang memperkaya kearifan serta kebijakan mereka. Tentu saja anak wajib menaati orang tua dalam kebaikan dan bukan dalam keburukan atau dalam perkara yang mendurhakai Allah, seperti tertera dalam hadits berikut ini:
“Tidak ada ketaatan dalam mendurhakai Allah. Sesungguhnya ketaatan itu ada hanya di dalam melakukan kebaikan.” (HR. Bukhari)
2. Segera datang jika dipanggil
Panggilan orang tua harus dipenuhi oleh anak sesegera mungkin. Kesibukan sehari – hari terkadang membuat anak lupa untuk mengikuti perintah orang tuanya atau sekedar datang memenuhi panggilan orang tua. Jika orang tua memanggil, tundalah dulu apa saja yang sedang dikerjakan dan mulailah beranjak ke arah mereka dan tanyakan apa keperluannya. Memenuhi panggilan orang tua sesegera mungkin adalah cara menghormati orang tua dengan benar.
3. Menafkahi orang tua jika mampu
Jika ingin mencari cara membahagiakan orang tua, salah satunya adalah dengan menjalankan kewajiban menafkahi orang tua jika anak sudah mampu secara ekonomi. Salah satu hadits yang menggambarkan pentingnya menafkahi orang tua yaitu:
“Kamu dan hartamu milik ayahmu.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah)
Ada orang tua yang masih mampu secara ekonomi, namun itu tidak menjadi penghalang apabila anak ingin memberikan sebagian dari penghasilannya untuk orang tuanya sebagai kewajiban anak kepada orang tua dalam Islam.
4. Merawat orang tua
Merawat orang tua yang sudah berusia lanjut atau menderita sakit adalah kewajiban anak kepada orang tua dalam Islam yang harus dipenuhi. Ketika dewasa, orang tua akan beranjak tua dan mungkin tidak mampu untuk merawat dirinya sendiri. Disinilah perlunya anak untuk menjalankan tugasnya merawat orang tua agar tidak menjadi anak durhaka kepada orang tua. Keutanmaan merawat orang tua disebutkan dalam hadits berikut:
” Sungguh merugi, sungguh merugi, sungguh merugi seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya sudah renta atau salah seorang dari keduanya namun tidak dapat membuatnya masuk surga.” (HR. Muslim)
5. Berbicara dengan lemah lembut
Adab terhadap orang tua yang benar adalah berbicara dengan lemah lembut dan sopan, hal ini sudah menjadi kewajiban anak kepada orang tua dalam Islam. Bahkan Anda bisa sesekali menyelipkan kata mutiara untuk orang tua agar mereka senang dan merasa dihargai oleh Anda sebagai anak. Selain itu, kebiasaan berbicara dengan lemah lembut akan menjadi cara menghargai orang lain dengan cara yang baik dan benar.
6. Menghormati orang tua
Kewajiban anak untuk menghormati orang tua juga harus dilakukan dengan benar. Misalnya, tidak berkata buruk kepada orang tua, mempertimbangkan cara menjaga perasaan mereka seperti kita tahu cara menjaga perasaan orang lain dengan perbuatan yang baik dan tidak menyinggung orang tua. Hal itu termasuk tidak mencela orang tua dan tidak membiarkan orang lain mencela orang tua pula.
7. Menjauhkan hal yang tidak disukai orang tua
Sebagai anak tentu kita mengetahui hal apa saja yang disukai orang tua dan apa yang tidak disukai oleh mereka untuk kita lakukan. Jika bisa, janganlah anak melakukan hal yang tidak disukai orang tua atau memperlihatkan hal yang tidak disukai orang tua tersebut. Cobalah cara menjaga kesehatan hati agar selalu melakukan hal yang diridhai orang tua.
8. Mendoakan orang tua
Sebagaimana orang tua selalu mendoakan anak – anaknya, maka anak pun wajib mendoakan orang tua setiap saat untuk kebaikan orang tuanya. Kewajiban mendoakan orang tua tercantum dalam Al Qur’an yaitu:
“Wahai Tuhanku kasihanilah orang tuaku keduanya sebagaimana mereka mengasihani aku sewaktu aku kecil” (QS. Al – Israa : 24)
9. Memenuhi kebutuhan orang tua
Tidak hanya menafkahi orang tua jika mampu, anak juga berkewajiban memenuhi kebutuhan orang tua, hal ini juga merupakan salah satu kewajiban anak terhadap orang tua setelah menikah, terutama kewajiban laki – laki setelah menikah kepada orang tuanya.
10. Meminta izin dan restu dari orang tua
Izin dari orang tua sangat penting bagi seorang anak, karena melalui izin yang diberikan itu maka berarti orang tua juga memberikan ridho dan doanya kepada sang anak untuk melakukan hal tersebut. Pentingnya meminta izin orang tua terlihat dari hadits yang menceritakan seorang laki – laki yang akan pergi berjihad dan bertanya kepada Rasulullah apakah dia bisa ikut untuk berjihad. Lalu Rasulullah bertanya apakah dia masih memiliki orang tua, dan ketika dijawab masih, maka Rasulullah menyuruhnya berjihad dengan cara berbakti kepada kedua orang tuanya.
11. Menjaga nama baik
Cara anak untuk menjaga nama baik orang tua dapat diperoleh apabila seorang anak tahu cara menghindari perilaku tercela dan mengutamakan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama, serta bersikap sesuai dengan tujuan hidup dalam Islam yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT.
12. Menjaga amanat dari orang tua
Menjaga amanat orang tua juga merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh seorang anak sebagai bagian dari kewajibannya kepada orang tua. Anak yang diberi amanat berarti sedang menjalankan kepercayaan dari orang tuanya dan harus mengusahakan untuk mengemban amanat tersebut dengan baik. Itulah kewajiban anak kepada orang tua dalam Islam yang harus dipenuhi.
Telah banyak kisah anak berbakti kepada orang tua yang akhirnya membuat kehidupan sang anak menjadi penuh berkah. Keutamaan berbakti kepada orang tua akan membuat kita sebagai anak dapat memasuki pintu surga jika dilakukan dengan ikhlas dan tulus. Pemahaman bahwa anak memiliki kewajiban yang harus dipenuhinya kepada orang tua, niscaya akan menjadi cara membuat hati ikhlas dalam berbakti kepada orang tua
Berdasarkan pada cerita yang Saudara sampaikan bahwa kehidupan rumah tangga Saudara terganggu dengan kondisi Orang tua Saudara menurut informasi yang Saudara terima karena ada gangguan syaraf karema sejak muda sudah mengkonsumsi obat syaraf.
Solusi yang dapat kami berikan adalah :
Sebagai anak yang berbakti kepada orang tua, dan menyadari kondisi Mertua yang demikian, sebaiknya Mertua Saudara dibawa ke Psikolog untuk dapat diberikan perawatan/pengobatan sebagaimana mestinya dan Saudara dimohon untuk bersabar.
Demikian Jawaban yang dapat kami berikan.
Semoga bermanfaat.
Mohon kepada Bapak/Ibu untuk mengisi survey Indeks Kepuasan Masyarakat atas layanan konsultasi hukum gratis. Silahkan klik tautan dibawah ini:
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfZWUXxTVWixDSacyDv-hmTA50-QYV15ac1Vdgb2r-v8Fit_A/viewform?vc=0&c=0&w=1
Terimakasih.
0
Pertanyaan Lanjutan
Tidak ada pertanyaan lanjutan
Diskusi Konsultasi
Silakan login terlebih dahulu untuk menambahkan komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!