Permohonan Bantuan Hukum atas Dugaan Pemalsuan Identitas dan Perampasan Hak terkait Klaim Keturunan Al Saud di Kedutaan Arab Saudi Jakarta

20/11/25

Oleh : Iva***

Dijawab oleh : Admin Konsultasi Hukum

Pertanyaan:
[20/11 15.36] ivsayaher: Saya harap bapak ibu mau mendukung dan menolong saya. Dan mau melaporkan laporan saya ini ke kepolisian. Niatnya nanti saya akan datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta. Saya harap surat ini juga adalah sebagai laporan dan izin kepada pihak kepolisian bahwa saya akan datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta dan juga sebagai laporan atas perkara yang saya alami kepada pihak kepolisian. Dan saya berharap laporan laporan saya agar di ketik sebagai laporan. Salam.  Saya ingin menanyakican perkembangan laporan saya... Di Komnasham. No aduan 1870 Adenda 153898 Dulu sekitar tahun 2010 Kasus saya juga sudah ada nomornya di Komnasham. Judul kasusnya : hilangnya fatimah. Salam saya sangat berharap pemerintah Indonesia mau menyediakan pengacara ahli untuk saya. Serta mau mengambil arsip dan bukti bukti yang ada di berbagai tempat yang menyatakan bahwa madzhab saya adalah Malik ar'asy. Dengan silsilah nenek saya Fatima ibnt Abdul Azis ibn Malik saud. Kesalahan saya.   - lama sekali tidak berkomunikasi dan datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia. Sekitar 15 tahun lebih.   - tidak datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia untuk mengambil surat bukti dari kepolisian yang ada di kantor kedutaan Saudi Arabia. Yang menyatakan bahwa nama dan di identitas saya telah di catatkan ke kepolisian sebagai Malik ar'asy.   - tidak membuat surat ijab baru. Atas nama saya sendiri di kantor kedutaan Saudi Arabia.   - tidak membuat paten pakai pengacara bahwa saya adalah Malik ar'asy.   - saya dulu kurang jelas dan kurang ngerti apa itu Malik ar'asy dan keluarga Saud. Pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia bilang pada saya. Bahwa saya adalah dari raja Al saud. Keturunan raja Abdul Aziz. Tapi saya pikir cuma raja jaman dulu. Sekarang sudah tidak ada apa apanya lagi karena sudah meninggal. Jadi saya tidak lagi datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia. Tapi ternyata raja raja Saudi Arabia yang sekarang adalah adik adik uyut saya. ( Adik adik ayahnya Fatima ).   - karena dulu nenek saya masih hidup. Maka saya jadi menyepelekan surat surat. Karena saya pikir nenek saya Fatima masih hidup. Dan surat surat sebagai Malik ar'asy ada padanya dia pegang. Jadi saya menyepelekan soal surat surat dan tidak mengambil surat dari kepolisian yang ada di kantor kedutaan Saudi Arabia yang menyatakan bahwa saya adalah Malik ar'asy. Serta tidak mengambil kartu tanda pengenal dari kedutaan sebagai Malik ar'asy. ( Selain nama dan identitas saya di catatkan ke kepolisian oleh kantor kedutaan Saudi Arabia saya juga di buatkan kartu tanda pengenal sebagai Malik ar'asy oleh kantor kedutaan Saudi Arabia. Seingat saya dulu ada polisi kedutaan yang ikut mengurus dan memegang kartu tanda pengenal saya itu serta fotokopinya. Ia sempat berbicara dengan saya. Sebelum pembuatanya. Katanya, akan dia bantu urusan soal itu juga mengenai. Pembuatan kartu tanda pengenal dari kedutaan.   - saya kurang minat mengurus dan berkecimpung soal Malik ar'asy. Karena saya anggap saya cuma keturunan raja jaman dulu. Kini ia sudah meninggal. dan lagi tidak pernah ada pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia yang datang ke rumah saya. Untuk berkenalan, mendata atau untuk urusan lainya. Memang setelah saya Pada akhir tahun 1996 datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia. Besoknya pihak kedutaan menelfon saya dan berniat akan datang ke rumah saya. Tapi anehnya mereka tidak pernah datang.   - semua ini karena nenek saya Fatima pergi dari rumah selama hampir 25 tahun. Pergi pada awal tahun 1947 dan pulang pada akhir tahun 1971. Ia pergi meninggalkan semua suratnya. Saat pulang 95% lebih suratnya hilang. Jadi dari awal tahun 1947 sampai akhir tahun 1971 itu sama sekali tidak ada nenek saya. Dan pada tahun tahun itu tidak ada perjanjian atau apapun yang nenek saya tandatangani.   - surat surat nenek saya banyak sekali yang hilang. Dan saya banyak kehilangan bukti. ( Saat pengurusan harta nenek saya yang di bekukan oleh jepang nenek saya juga tidak datang. Silahkan di cek ).   - saya juga tidak mengambil surat bahwa nama dan identitas saya di catatkan ke dewan perwakilan rakyat Indonesia dan departemen agama Indonesia. ( Mustinya pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia yang datang ke rumah saya memberikan surat itu pada saya ).   - saya mengurus soal Malik ar'asy dan keluarga Saud kembali karena ada orang orang yang menteror, mengancam dan menyerang saya. Jadi saya berniat mengurus kembali madzhab saya itu. Selain itu juga karena jaman sekarang ada handphone yang bisa internet. Dan ada facebook dan pencarian. Di situ saya dapat melihat dan jadi tahu soal Malik ar'asy dan keluarga Saud. Jadi kini saya ingin mengurusnya.   - saya juga punya nama Arabia. Tapi saya lupa namanya. Dan tidak pernah memakai nama itu. Saya sangat berharap pemerintah Indonesia mau menyediakan pengacara ahli untuk saya. Tolong dan bantulah saya menuntut dan mengambil uang dan hak hak saya. Saya ingin bila saya datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia maka bapak ibu juga mau ikut datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia dan ikut masuk ke dalam. Dengan membawa bukti bukti dari berbagai tempat bahwa saya adalah Malik ar'asy/ Al saud. ( Karena ada kekacauan. Dulu nenek Fatima tidak boleh di larang datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia. Oleh ibunya dan saudara saudaranya. Karena katanya khawatir Fatima akan di tangkap. Karena katanya dulu ada keributan berdarah soal kekuasaan. Saling berebutan ingin jadi raja. Sebenarnya ada cerita yang menakutkan tentang jaman dulu itu. Nenek saya anak pertama ayahnya. Sedang ayah nenek saya itu adalah anak laki laki ke 2. Jumlah uang itu sangat banyak. Sayang bilang saya tidak mengurusnya. Tolonglah saya. Selain itu saya juga perlu perlindungan dan keamanan. Terutama nanti di dalam kantor kedutaan Saudi Arabia dan di Saudi Arabia. Tolonglah saya. Coba lihat data raja raja Saudi Arabia. Yang tertulis mereka itu urutan anak nomor berapa. ( Mereka semua katanya adalah adik adik ayah Fatima ). Tolonglah saya menuntut dan mengambil hak hak saya. Terima kasih. Atau minta bantuan kepada ibu dari ayah Fatima. Yang katanya keturunan dari beberapa kerajaan di eropa. Ia orang Eropa asli. Dari beberapa kerajaan. Saya ingin agar pemerintah Indonesia juga memberitahukan soal perkara saya ini kepada mereka secara resmi. Tolonglah saya. ( Negara itu untuk ayah Fatima dari ibunya yang merupakan keturuman beberapa kerajaan di eropa. Maka ia boleh membuat negara di eropa ). Ibunya ayah Fatima adalah salah satu istri raja Al saud. Dari pernikahan itu katanya mempunyai 2 orang anak. Ayah Fatima dan satu lagi adiknya adalah wanita. ( Bisa juga meminta tolong kepadanya. Saya ingin pemerintah Indonesia mencarinya ). ( Saya juga khawatir para pencuri surat surat nenek saya Fatima mendatangi kerajaan Kerajaan di eropa itu. Dengan mengaku ngaku sebagai keturunan Fatima atau ayahnya. Sangat berbahaya sekali. Jadi harap di beritahu ). Cerita di bawah ini dan semua cerita cerita saya itu hanya praduga semata. Dan ada yang sebagai masukan. Karena nantinya akan ada perubahan perubahan sesuai bukti bukti yang mungkin nanti akan di temukan. Saya harap bapak ibu mau juga melaporkan kasus saya ke pihak kepolisian. Terima kasih... Saya butuh bantuan hukum. Dan bantuan pencarian bukti, saksi dan arsip apapun yang ada hubunganya dengan semua cerita yang saya tulis. Kontak saya hermajaktim@gmail.com Sebelumnya saya mohon maaf apabila ternyata surat saya ini tertuju pada pihak dan orang yang salah. Atau bapak ibu tidak menghendaki datangnya surat ini yang mungkin sangat mengganggu bapak ibu. Sekali lagi saya mohon maaf. Untuk jelas kasusnya terlebih dulu bukalah link ini. Saya adalah cucunya Fatima ibnt abdul azis ibn malik saud. Madzhab malik ar'asy. Tolonglah saya.  Ada pemalsuan atas diri saya di kantor kedutaan saudi Arabia jakarta Indonesia. Para pegawai kantor kedutaan saudi arabia jakarta merampok dan merampas harta dan hak hak saya. Padahal nama,  alamat dan identitas saya selain tercatat di kantor kedutaan saudi Arabia. juga tercatat di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL. sebagai Malik ar'asy/ al saud.  Dengan silsilah nenek saya Fatima Ibnt Abdul aziz ibn malik saud. ( Dari raja al saud. Keturunan raja abdul azis ). Kasus saya sudah ada nomor kasus dan nomor agendanya di komisi hak asasi manusia Indonesia. Tolonglah saya.... Saya sangat berharap semua saudara saudara mau datang ke Indonesia. Untuk membela dan menolong saya. Juga untuk melawan para pegawai itu serta teman temanya. Serta menghukum mereka. Para pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta Indonesia jahat Dan khianat pada saya.  Mereka merampas yang tunjangan Bulanan saya, warisan, memalsu saya. Merampas hak hak saya. Mereka juga berusaha membunuh saya. Mereka juga menjadikan/ menyetujui/ mensahkan teman teman Mereka untuk jadi keluarga saud. Tampa seizin Dan sepengetahuan saya. ( Nenek saya Fatima adalah orang satu satunya di Indonesia Yang merupakan keluarga al saud Yang Ada di Indonesia  sejak Negara Indonesia di kuasai negara belanda dan negara jepang ). Silahkan di cek. Ke pihak negara belanda dan negara jepang Jadi orang yang pertama kali mensahkan dan menandatangani bahwa orang itu adalah keluarga saud yaitu pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta. BUKAN SAYA.... Lalu mereka baru ke saudi Arabia. Pegawai di saudi Arabia. Mau tidak mau akan mensahkan orang itu sebagai keluarga saud. Karena pihak pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta Indonesia. Telah mensahkan / menandatangani dan menstempelnya terlebih dulu. Di Indonesia sejak jaman negara Belanda dan Jepang berkuasa di Indonesia. Cuma nenek saya fatima satu satunya keluarga al saud yang tinggal di Indonesia dan berdarah Indonesia. Madzhabnya MALIK AR'ASY. Silahkan cek ke pihak mereka sekarang juga. ( Jika  punya anak keluarga saud pasti melapor dan ada arsipnya. ). Saat datang ke kedutaan saudi Arabia mengaku sebagai keluarga saud umur mereka sudah tua. Yaitu 40 tahun. Ada yang 50. Dan tahun datangnya belum begitu lama. Yaitu tahun baru baru ini. Kendala utama saya yaitu 95% lebih surat surat nenek saya fatima hilang. Karena nenek saya pergi dari rumah. Pergi sejak awal tahun 1947 dan pulang pada akhir tahun 1971. Ia pergi meninggalkan semua surat suratnya sebagai malik ar'asy dan semua surat surat tentang peristiwa peristiwa tempo dulu yang pernah ia alami. Saat pulang tahun 1971. Hampir semuanya suratnya hilang. Yang ada sudah berantakan. Surat surat itu ada yang di ketik beberapa rangkap. Dan banyak yang memakai nama suami pertama nenek saya. Karena dia laki laki. Nama suami pertamanya cara penulisan namanya dalam bahasa Indonesia ada yang berbeda cara penulisan dan ejaanya di beberapa surat surat. Nama, identitas dan alamat saya tercatat di kantor kedutaan saudi Arabia , dewan perwakilan rakyat, departemen agama, kepolisian DLL. sebagai malik ar'asy. Dengan silsilah nenek saya Fatima ibnt Abdul Azis ibn Malik Saud. dengan nama ivan hermawan. Alamat Cipinang baru bunder rt 01 RW 01 no 30 komplek kehakiman kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Nenek saya fatima lahir di rumah sakit di kota bogor tahun 1926. Ia tinggal di kampung Tegalwaru Ciampea bogor. Lalu saat remaja pindah ke Pekojan jakarta ( Batavia). Saat jaman Belanda desa Tegalwaru ciampea masuk ke dalam wilayah Batavia distrik bogor ( Buitenzorg). Hal ini bisa di lihat di perpustakaan sejarah kota jakarta yang ada di kantor pemda jakarta. Karena hal itu ada juga yang bilang bahwa rumah nenek saya fatima berada di Batavia. Nenek saya fatima dulu menikah di hotel salak bogor. Lalu siangnya pestanya di istana bogor. Gubernur Jenderal Belanda ikut hadir. Tamu yang datang sekitar 65% adalah pegawai dan orang Eropa. Pesta itu di dokumentasikan dalam bentuk vidio dan foto. Serta di muat di koran dan majalah. Serta radio. ( sekitar 2 tahun sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia). sejak jaman kolonial Belanda. rumah nenek saya Fatima serta kakek dan neneknya bertempat tinggal di kampung/ kelurahan tegalwaru Ciampea bogor. Tapi sekitar tahun 1983/ 4 rumah nenek saya itu di masukan ke dalam wilayah kelurahan bojongrangkas kecamatan Ciampea. Karena batas antara kelurahan tegalwaru dan kelurahan bojongrangkas yang tadinya adalah patok semen/ tugu semen yang berada di pinggir jalan raya di ganti menjadi sungai. Yang hal itu membuat rumah nenek dan uyut saya yang berada di seberang sungai jadi masuk ke dalam wilayah kelurahan bojongrangkas. Jadi mulai tahun 1983/4 rumah nenek dan uyut saya jadi berada di kelurahan bojongrangkas. Dan kini berada di rt 03 RW 03 kelurahan bojongrangkas kecamatan Ciampea. ( ada rumor begini. Sebenarnya dulu nama kelurahan bojongrangkas adalah cicadas. Lalu cicadas di bagi menjadi 2. Bojongrangkas dan cicadas. Bersamaan saat perubahan batas antara tegalwaru dan bojongrangkas). Sekitar akhir tahun 1989 nenek saya Fatima pindah rumah ke jalan layung sari kelurahan empang kecamatan kota bogor selatan. Tapi rumah nenek saya yang berada di kelurahan bojongrangkas ciampea tetap ada untuk tempat istirahat. Karena di sekitar rumah nenek saya itu banyak tinggal para sepupu uyut dan nenek saya. Sulitnya jaman dulu itu belum ada nomor rumah dan nomor rt dan RW. Dan hanya sedikit sekali orang yang membuat surat tanda pengenal. Untuk jelas kasusnya maka klik link di bawah ini. Lalu. Terjemahkanlah. Membukanya musti menggunakan google drive agar tulisanya bisa di baca. https://drive.google.com/file/d/13SeI0izbQRJpPBrzxBmVVrn0xC54sbU6/view?usp=drivesdk Saya sangat berharap semua saudara mau datang ke Indonesia. Ke kantor kedutaan saudi arabia. Saya tidak mau berurusan dengan para pegawai itu. Mereka jahat, pemalsu dan khianat. Berani memakai nama saya serta mengatas namakan saya dan memalsu nama dan tandatangan saya. Mereka juga berani mengedit arsip arsip tentang saya. Mencuri uang tunjangan bulanan saya dan warisan saya. Berani dan melawan pada saya. Jangan percaya pada perkataan dan surat surat dari pegawai kantor kedutaan saudi arabia jakarta Indonesia. Karena mereka semua penipu dan pemalsu. Mereka menfitnah fitnah saya. Serta mengganti silsilah dan madzhab saya tanpa seizin dan sepengetahuan saya. Laporan mereka soal perkara yang saya alami sangat berlainan dan menfitnah saya. Mereka jahat dan khianat. Saya ingin saudara saudara datang ke Indonesia untuk membela saya melawan mereka. Mereka memalsu dan merampok saya. Tolonglah saya. Mereka juga memiliki ilmu sihir dan menyerang saya menggunakan ilmu sihir. Dan berusaha membunuh saya. Tolonglah saya. Mereka juga menyalin dan menggunakan surat surat milik saya yang ada di ruangan arsip kantor kedutaan saudi arabia. Untuk melakukan perihal yang menfitnah saya serta mengatas namakan saya. Saya berharap bisa di datangkan polisi dari saudi arabia untuk menangkap mereka. Ini perang ilmu sihir. Orang orang itu juga menyerang kami menggunakan ilmu sihir. Tolonglah saya. Jadi untuk mengalahkan dan  menangkap mereka musti menggunakan obat gas pembius. Agar mereka tertidur. Maka barulah mereka bisa di kalahkan dan di tangkap. Mereka bisa membunuh kita menggunakan ilmu sihirnya. Jadi mereka musti di bius pakai gas pembius. Karena mereka memiliki ilmu sihir. Saya ingin agar bisa tinggal di saudi arabia. Tolonglah saya. Saya berharap bisa ke saudi arabia serta tinggal di sana bersama keluarga. Saya ingin agar orang orang itu di tangkap dan di bawa ke saudi arabia. Mereka telah membunuh saudara saya yang juga merupakan cucunya fatima. Tolonglah saya. Saya harap besok saudara saudara mau datang ke Indonesia. Ke kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Untuk sementara kini saya bertempat tinggal di kampung bulakjaya rt 15 rw 08 kelurahan Pulogebang kecamatan cakung jakarta timur Indonesia. Tolonglah saya. Untuk kasus yang saya alami. Baiknya melaporkanya langsung ke saudi arabia. Jangan melalui kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Karena para pegawai itu jahat dan khianat. Kedatangan surat daya ini untuk meminta bantuan pencarian arsip arsip apapun yang ada hubunganya dengan nenek saya fatima dan ayahnya. Arsip yang saya cari yaitu Nenek saya fatima sejak jaman kolonial belanda nama dan alamatnya telah tercatat ke pihak kolonial belanda sebagai malik ar'asy. Dengan alamat kampung tegalwaru ciampea bogor buitenzorg. Dari kerajaan al wathan. ( Kini saudi arabia ). Bukti lainya yaitu. Saat jepang datang ke Indonesia tahun 1942. Pihak jepang langsung datang ke rumah nenek saya di kampung tegalwaru ciampea. Memberitahu bahwa harta nenek saya fatima yang ada di bank telah di bekukan/ di sita oleh jepang. Karena nenek saya di anggap kaum intelektual. Dari kerajaan al wathan. Pihak jepang tahu alamat rumah nenek saya dan statu nenek saya fatima dari pihak belanda. Nenek saya fatima lagir tahun 1927. Sejak umur 5 bulan ia sudah di beri 2 buah ijab oleh ayahnya. Madzhabnya malik dan ar'asy. ( Pemberian ijab itu tercatat di pihak belanda yang waktu itu berkuasa di Indonesia ). Bukti yang saya cari dan pinta pada pihak belanda yaitu. Arsip tentang nenek saya sebagai malik ar'asy. Dan surat kedatangan ayah nenek saya ke Indonesia. Keluarga hasan sangat berbahaya. Karena lantaran hasan pernah menikah dengan fatima. Maka mereka juga memiliki surat surat fatima sebagai malik ar'asy dan keluarga saud. Dan banyak surat surat itu memakai nama asli hasan. Karena hasan laki laki. Sekitar awal tahun 70 an keluarga hasan ikut persatuan habib. Lalu di masukan ke dalam fam assegaf. ( Para anggota habib nama dan identitasnya tercatat di kemlu ri  ). Para pencuri surat surat fatima yang lainya yaitu para sepupu ibunya fatima serta keturunanya. Mereka semua berani membawa surat surat curian itu ke kedutaan lalu mengaku ngaku sebagai keturunanya fatima dan keluarga saud. Mereka itu tinggal di surakarta jawa tengah. Ibunya fatima mempuyai ibu orang dari jawa tengah. Pencuri surat surat nenek saya fatima  Yang lainya yaitu para sepupu ibunya fatima yang tinggal di perkampungan arab empang bogor dan sekitarnya. Peristiwa ini terjadi setelah ayah fatima wafat dan fatima belum pulang dari perginya selama hampir 25 tahun. Setelah berhasil mereka lalu menjadikan teman teman mereka menjadi pegawai di kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Jadi berhati hatilah kepada para pegawai itu. Mereka jahat dan khianat. Kini anehnya saudara dan keluarga ayah tiri fatima dan keluarga suaminya sarifah. Ikut ikutan bekerja di kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Saya ingin agar mereka keluar dari sana dan tidak boleh jadi pekerja di sana. Ada juga di antara mereka yang mengaku ngaku sebagai keturunanya fatima. Nenek saya. Selain mereka yang lainya yaitu keluarga hasan dan para sepupu ibunya  fatima yang tinggal di surakarta jawa tengah. Dan di perkampungan arab di kelurahan empang kota bogor. Saya ingin mereka semua di usir. Tolonglah saya.... Saya sangat berharap semua saudara saudara mau datang ke Indonesia. Untuk membela dan menolong saya. Juga untuk melawan para pegawai itu serta teman temanya. Serta menghukum mereka. Para pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta Indonesia jahat Dan khianat pada saya.  Mereka merampas yang tunjangan Bulanan saya, warisan, memalsu saya. Merampas hak hak saya. Mereka juga berusaha membunuh saya. Mereka juga menjadikan/ menyetujui teman teman Mereka untuk jadi keluarga saud. Tampa seizin Dan sepengetahuan saya. ( Nenek saya Fatima adalah orang satu satunya di Indonesia Yang merupakan keluarga al saud Yang Ada di Indonesia  sejak Negara Indonesia di kuasai negara belanda ). Jadi orang yang pertama kali mensahkan dan menandatangani bahwa orang itu adalah keluarga saud yaitu pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta. BUKAN SAYA.... Lalu mereka baru ke saudi Arabia. Pegawai di saudi Arabia. Mau tidak mau akan mensahkan orang itu sebagai keluarga saud. Karena pihak pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta Indonesia. Telah mensahkan / menandatangani dan menstempelnya terlebih dulu. Di Indonesia sejak jaman negara Belanda dan Jepang berkuasa di Indonesia. Cuma nenek saya fatima satu satunya keluarga al saud yang tinggal di Indonesia dan berdarah Indonesia. Madzhabnya MALIK AR'ASY. Silahkan cek ke pihak mereka sekarang juga. ( Jika  punya anak keluarga saud pasti melapor dan ada arsipnya. ) Dan di kantor arsip nasional tercatat bahwa mereka bukan keluarga saud. Saat datang ke kedutaan saudi Arabia mengaku sebagai keluarga saud umur mereka sudah tua. Yaitu 40 tahun. Ada yang 50. Dan mereka ngakunya sudah tinggal di Indonesia sejak jaman kolonial. Kata utusan ke 2 ayah fatima. Ayah fatima raja di arab. Gambar wajahnya ada di uang. Sambil memberikan sebuah bingkai yang berisi selembar uang yang bergambar wajah ayah fatima serta surat suratnya. Kemudian para tamu yang di undang berdiri sambil bertepuk tangan. Utusan itu juga memberikan surat pengambilan warisan dari pengacara eropa. Tapi kemudian surat surat itu hilang. Sangat berbahaya sekali bila surat surat itu di salahgunakan oleh si pencuri surat surat itu. Apalagi tertulis bahwa fatima adalah anak pertama. Sayangnya dulu ibunya Fatima tidak punya alat perekam dan vidio perekam. Jadi acara itu tidak di dokumentasikan. Padahal banyak tamu yang hadir. Nenek saya fatima belum mengambil warisanya dan mengambil hartanya yang di bekukan oleh jepang pada tahun 1942. Ada pemalsuan atas diri saya di kantor kedutaan saudi Arabia jakarta Indonesia. Para pegawai kantor kedutaan saudi arabia jakarta merampok dan merampas harta dan hak hak saya. Padahal nama,  alamat dan identitas saya selain tercatat di kantor kedutaan saudi Arabia. juga tercatat di Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL. sebagai Malik ar'asy/ al saud.  Dengan silsilah nenek saya Fatima Ibnt Abdul aziz ibn malik saud. ( Dari raja al saud. Keturunan raja abdul azis ). Kasus saya sudah ada nomor kasus dan nomor agendanya di komisi hak asasi manusia Indonesia. Tolonglah saya.... Saya sangat berharap semua saudara saudara mau datang ke Indonesia. Untuk membela dan menolong saya. Juga untuk melawan para pegawai itu serta teman temanya. Serta menghukum mereka. Para pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta Indonesia jahat Dan khianat pada saya.  Mereka merampas yang tunjangan Bulanan saya, warisan, memalsu saya. Merampas hak hak saya. Mereka juga berusaha membunuh saya. Mereka juga menjadikan/ menyetujui/ mensahkan teman teman Mereka untuk jadi keluarga saud. Tampa seizin Dan sepengetahuan saya. ( Nenek saya Fatima adalah orang satu satunya di Indonesia Yang merupakan keluarga al saud Yang Ada di Indonesia  sejak Negara Indonesia di kuasai negara belanda dan negara jepang ). Silahkan di cek. Ke pihak negara belanda dan negara jepang Jadi orang yang pertama kali mensahkan dan menandatangani bahwa orang itu adalah keluarga saud yaitu pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta. BUKAN SAYA.... Lalu mereka baru ke saudi Arabia. Pegawai di saudi Arabia. Mau tidak mau akan mensahkan orang itu sebagai keluarga saud. Karena pihak pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta Indonesia. Telah mensahkan / menandatangani dan menstempelnya terlebih dulu. Di Indonesia sejak jaman negara Belanda dan Jepang berkuasa di Indonesia. Cuma nenek saya fatima satu satunya keluarga al saud yang tinggal di Indonesia dan berdarah Indonesia. Madzhabnya MALIK AR'ASY. Silahkan cek ke pihak mereka sekarang juga. ( Jika  punya anak keluarga saud pasti melapor dan ada arsipnya. ). Saat datang ke kedutaan saudi Arabia mengaku sebagai keluarga saud umur mereka sudah tua. Yaitu 40 tahun. Ada yang 50. Dan tahun datangnya belum begitu lama. Yaitu tahun baru baru ini. Kendala utama saya yaitu 95% lebih surat surat nenek saya fatima hilang. Karena nenek saya pergi dari rumah. Pergi sejak awal tahun 1947 dan pulang pada akhir tahun 1971. Ia pergi meninggalkan semua surat suratnya sebagai malik ar'asy dan semua surat surat tentang peristiwa peristiwa tempo dulu yang pernah ia alami. Saat pulang tahun 1971. Hampir semuanya suratnya hilang. Yang ada sudah berantakan. Surat surat itu ada yang di ketik beberapa rangkap. Dan banyak yang memakai nama suami pertama nenek saya. Karena dia laki laki. Nama suami pertamanya cara penulisan namanya dalam bahasa Indonesia ada yang berbeda cara penulisan dan ejaanya di beberapa surat surat. Nenek saya fatima lahir di rumah sakit di kota bogor tahun 1926. Ia tinggal di kampung Tegalwaru Ciampea bogor. Lalu saat remaja pindah ke Pekojan jakarta ( Batavia). Nenek saya fatima dulu menikah di hotel salak bogor. Lalu siangnya pestanya di istana bogor. Gubernur Jenderal Belanda ikut hadir. Tamu yang datang sekitar 65% adalah pegawai dan orang Eropa. Pesta itu di dokumentasikan dalam bentuk vidio dan foto. Serta di muat di koran dan majalah. Serta radio. ( sekitar 2 tahun sebelum kedatangan Jepang ke Indonesia). sejak jaman kolonial Belanda. rumah nenek saya Fatima serta kakek dan neneknya bertempat tinggal di kampung/ kelurahan tegalwaru Ciampea bogor. Tapi sekitar tahun 1983/ 4 rumah nenek saya itu di masukan ke dalam wilayah kelurahan bojongrangkas kecamatan Ciampea. Karena batas antara kelurahan tegalwaru dan kelurahan bojongrangkas yang tadinya adalah patok semen/ tugu semen yang berada di pinggir jalan raya di ganti menjadi sungai. Yang hal itu membuat rumah nenek dan uyut saya yang berada di seberang sungai jadi masuk ke dalam wilayah kelurahan bojongrangkas. Jadi mulai tahun 1983/4 rumah nenek dan uyut saya jadi berada di kelurahan bojongrangkas. Dan kini berada di rt 03 RW 03 kelurahan bojongrangkas kecamatan Ciampea. ( ada rumor begini. Sebenarnya dulu nama kelurahan bojongrangkas adalah cicadas. Lalu cicadas di bagi menjadi 2. Bojongrangkas dan cicadas. Bersamaan saat perubahan batas antara tegalwaru dan bojongrangkas). Sekitar akhir tahun 1989 nenek saya Fatima pindah rumah ke jalan layung sari kelurahan empang kecamatan kota bogor selatan. Tapi rumah nenek saya yang berada di kelurahan bojongrangkas ciampea tetap ada untuk tempat istirahat. Karena di sekitar rumah nenek saya itu banyak tinggal para sepupu uyut dan nenek saya. Sulitnya jaman dulu itu belum ada nomor rumah dan nomor rt dan RW. Dan hanya sedikit sekali orang yang membuat surat tanda pengenal. Saya sangat berharap semua saudara mau datang ke Indonesia. Ke kantor kedutaan saudi arabia. Saya tidak mau berurusan dengan para pegawai itu. Mereka jahat, pemalsu dan khianat. Berani memakai nama saya serta mengatas namakan saya dan memalsu nama dan tandatangan saya. Mereka juga berani mengedit arsip arsip tentang saya. Mencuri uang tunjangan bulanan saya dan warisan saya. Berani dan melawan pada saya. Jangan percaya pada perkataan dan surat surat dari pegawai kantor kedutaan saudi arabia jakarta Indonesia. Karena mereka semua penipu dan pemalsu. Mereka menfitnah fitnah saya. Serta mengganti silsilah dan madzhab saya tanpa seizin dan sepengetahuan saya. Laporan mereka soal perkara yang saya alami sangat berlainan dan menfitnah saya. Mereka jahat dan khianat. Saya ingin saudara saudara datang ke Indonesia untuk membela saya melawan mereka. Mereka memalsu dan merampok saya. Tolonglah saya. Mereka juga memiliki ilmu sihir dan menyerang saya menggunakan ilmu sihir. Dan berusaha membunuh saya. Tolonglah saya. Mereka juga menyalin dan menggunakan surat surat milik saya yang ada di ruangan arsip kantor kedutaan saudi arabia. Untuk melakukan perihal yang menfitnah saya serta mengatas namakan saya. Saya berharap bisa di datangkan polisi dari saudi arabia untuk menangkap mereka. Ini perang ilmu sihir. Orang orang itu juga menyerang kami menggunakan ilmu sihir. Tolonglah saya. Jadi untuk mengalahkan dan  menangkap mereka musti menggunakan obat gas pembius. Agar mereka tertidur. Maka barulah mereka bisa di kalahkan dan di tangkap. Mereka bisa membunuh kita menggunakan ilmu sihirnya. Jadi mereka musti di bius pakai gas pembius. Karena mereka memiliki ilmu sihir. Saya ingin agar bisa tinggal di saudi arabia. Tolonglah saya. Saya berharap bisa ke saudi arabia serta tinggal di sana bersama keluarga. Saya ingin agar orang orang itu di tangkap dan di bawa ke saudi arabia. Mereka telah membunuh saudara saya yang juga merupakan cucunya fatima. Tolonglah saya. Saya harap besok saudara saudara mau datang ke Indonesia. Ke kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Untuk sementara kini saya bertempat tinggal di kampung bulakjaya rt 15 rw 08 kelurahan Pulogebang kecamatan cakung jakarta timur Indonesia. Tolonglah saya. Untuk kasus yang saya alami. Baiknya melaporkanya langsung ke saudi arabia. Jangan melalui kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Karena para pegawai itu jahat dan khianat. Kedatangan surat daya ini untuk meminta bantuan pencarian arsip arsip apapun yang ada hubunganya dengan nenek saya fatima dan ayahnya. Arsip yang saya cari yaitu Nenek saya fatima sejak jaman kolonial belanda nama dan alamatnya telah tercatat ke pihak kolonial belanda sebagai malik ar'asy. Dengan alamat kampung tegalwaru ciampea bogor buitenzorg. Dari kerajaan al wathan. ( Kini saudi arabia ). Bukti lainya yaitu. Saat jepang datang ke Indonesia tahun 1942. Pihak jepang langsung datang ke rumah nenek saya di kampung tegalwaru ciampea. Memberitahu bahwa harta nenek saya fatima yang ada di bank telah di bekukan/ di sita oleh jepang. Karena nenek saya di anggap kaum intelektual. Dari kerajaan al wathan. Pihak jepang tahu alamat rumah nenek saya dan statu nenek saya fatima dari pihak belanda. Nenek saya fatima lagir tahun 1927. Sejak umur 5 bulan ia sudah di beri 2 buah ijab oleh ayahnya. Madzhabnya malik dan ar'asy. ( Pemberian ijab itu tercatat di pihak belanda yang waktu itu berkuasa di Indonesia ). Bukti yang saya cari dan pinta pada pihak belanda yaitu. Arsip tentang nenek saya sebagai malik ar'asy. Dan surat kedatangan ayah nenek saya ke Indonesia. Keluarga hasan sangat berbahaya. Karena lantaran hasan pernah menikah dengan fatima. Maka mereka juga memiliki surat surat fatima sebagai malik ar'asy dan keluarga saud. Dan banyak surat surat itu memakai nama asli hasan. Karena hasan laki laki. Sekitar awal tahun 70 an keluarga hasan ikut persatuan habib. Lalu di masukan ke dalam fam assegaf. ( Para anggota habib nama dan identitasnya tercatat di kemlu ri  ). Para pencuri surat surat fatima yang lainya yaitu para sepupu ibunya fatima serta keturunanya. Mereka semua berani membawa surat surat curian itu ke kedutaan lalu mengaku ngaku sebagai keturunanya fatima dan keluarga saud. Mereka itu tinggal di surakarta jawa tengah. Ibunya fatima mempuyai ibu orang dari jawa tengah. Pencuri surat surat nenek saya fatima  Yang lainya yaitu para sepupu ibunya fatima yang tinggal di perkampungan arab empang bogor dan sekitarnya. Peristiwa ini terjadi setelah ayah fatima wafat dan fatima belum pulang dari perginya selama hampir 25 tahun. Setelah berhasil mereka lalu menjadikan teman teman mereka menjadi pegawai di kantor kedutaan saudi arabia jakarta. Jadi berhati hatilah kepada para pegawai itu. Mereka jahat dan khianat. . Ada juga di antara mereka yang mengaku ngaku sebagai keturunanya fatima. Nenek saya. Selain mereka yang lainya yaitu keluarga hasan dan para sepupu ibunya  fatima yang tinggal di surakarta jawa tengah. Tolonglah saya.... Saya sangat berharap semua saudara saudara mau datang ke Indonesia. Untuk membela dan menolong saya. Juga untuk melawan para pegawai itu serta teman temanya. Serta menghukum mereka. Para pegawai kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta Indonesia jahat Dan khianat pada saya.  Mereka merampas yang tunjangan Bulanan saya, warisan, memalsu saya. Merampas hak hak saya. Mereka juga berusaha membunuh saya. Mereka juga menjadikan/ menyetujui teman teman Mereka untuk jadi keluarga saud. Tampa seizin Dan sepengetahuan saya. ( Nenek saya Fatima adalah orang satu satunya di Indonesia Yang merupakan keluarga al saud Yang Ada di Indonesia  sejak Negara Indonesia di kuasai negara belanda ). Jadi orang yang pertama kali mensahkan dan menandatangani bahwa orang itu adalah keluarga saud yaitu pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta. BUKAN SAYA.... Lalu mereka baru ke saudi Arabia. Pegawai di saudi Arabia. Mau tidak mau akan mensahkan orang itu sebagai keluarga saud. Karena pihak pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta Indonesia. Telah mensahkan / menandatangani dan menstempelnya terlebih dulu. Nenek saya fatima adalah orang satu satunya di indonesia. Yang berdarah indonesia yang merupakan keluarga al saud sejak jaman belanda. Saya sangat berharap bapak ibu mau mendatangi pihak belanda dan jepang hari ini juga. Untuk mengambil bukti bukti arsipnya. Terima kasih Nenek saya fatima adalah orang satu satunya di indonesia. Yang berdarah indonesia yang merupakan keluarga al saud sejak jaman belanda. Saya sangat berharap bapak ibu mau mendatangi pihak belanda dan jepang hari ini juga. Untuk mengambil bukti bukti arsipnya. Terima kasih Saya telah melaporkan para pegawai kantor kedutaan saudi arabia jakarta ke pihak kepolisian. Karena mereka merampok dan memalsu saya. Serta berusaha membunuh saya. Tolonglah saya.... Sepertinya Ada pemalsuan atas diri saya di kedutaan saudi arabia.  Padahal identitas saya tercatat di berbagai tempat sebagai Malik ar'asy. Sejak jaman kolonial Belanda di Indonesia,  nama dan alamat nenek saya Fatima telah tercatat sebagai Malik ar'asy oleh pihak negara Belanda dan negara Jepang. Dengan alamat kampung Tegalwaru kecamatan Ciampea bogor  ( Buitenzorg). Dulu saat jaman kolonial Belanda Buitenzorg itu masuk ke dalam wilayah Batavia distrik Buitenzorg ( bogor). Saat negara Jepang datang ke Indonesia tahun 1942. Mereka juga mendatangi rumah nenek saya fatima di kampung Tegalwaru Ciampea. Untuk mengintrograsi nenek saya. Karena nenek saya di anggap sebagai kaum intelektual  yaitu Malik ar'asy. Dari Kerajaan al-Wathan.  Dulu nama kerajaan ayah nenek saya adalah al-Wathan ( al wathaniah) Setelah merdeka berganti nama menjadi Arrabia. Kemudian berganti nama lagi menjadi saudi Arabia. Alamat rumah nenek saya yang tercatat berada di kampung Tegalwaru Ciampea. Harta nenek saya yang ada di bank waktu itu di bekukan/ di sita oleh negara Jepang. Karena nenek saya di anggap sebagai kaum intelektual ( Malik ar'asy dari kerajaan al wathan/ al wathaniah.  Sekarang menjadi negara saudi arabia). Saudi arabia pertama kali membuka kantor konsulat di Indonesia sekitar tahun 1953. Lalu pada tahun 1959 baru membuka kantor kedutaan di Indonesia. Dulu sebelum saudi arabia membuka kantor konsulat di Indonesia.  Nama dan alamat nenek saya sebagai Malik ar'asy telah langsung di catatkan ke saudi arabia. Kemudian di catatkan ke kantor konsulat saudi arabia jakarta.  Saat konsulat baru mulai beroperasi di jakarta. Ibunya nenek saya juga ikut melampirkan cap jempolnya pada surat surat ( ibunya Fatima). Sejak jaman Belanda, rumah nenek saya berada di kampung Tegalwaru Ciampea.  Tapi sejak tahun 1983/4 rumah nenek saya dan ibunya di masukan ke dalam kelurahan bojongrangkas.  Yang berada di sebelah kelurahan Tegalwaru. Karena batas antara kelurahan Tegalwaru dan kelurahan bojongrangkas yang tadinya adalah tugu/ patok semen yang berada di pinggir jalan raya di tubah menjadi sungai.  Yang hal itu membuat rumah Fatima dan ibunya yang berada di seberang sungai jadi masuk ke dalam wilayah kelurahan Bojongrangkas. Dan kini berada di rt 3/3 kelurahan bojongrangkas kecamatan Ciampea. Dulu saat jaman Belanda rumah nenek saya di kampung tegalwaru Ciampea masuk ke dalam wilayah Batavia distrik bogor ( Buitenzorg). Malik ar'asy itu madzhab dari negara saudi Arabia.  Dari keluarga al saud.  Ada patenya internasional. Sejak kecil nama dan alamat saya telah di catatkan sebagai Malik ar'asy di Kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta Indonesia. Dengan silsilah nenek saya Yairus Fatima Ibnt Abdul azis Ibn malik saud. Dari raja al saud keturunan raja Abdul azis. ( itu kata pegawai kantor kedutaan saudi Arabia saat saya datang ke  kedutaan pada tahun 1996). Tercatat di kantor kedutaan Saudi dan alamat Arabia dan tempat tempat lainya dengan nama ivan hermawan.  Alamatnya Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Saya juga memiliki nama Arabia.  Tapi tidak pernah saya pergunakan. Selain tercatat di kantor kedutaan saudi Arabia sebagai Malik ar'asy nama dan identitas saya sudah sejak akhir tahun 1996 tercatat di kepolisian Indonesia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  juga sebagai Malik ar'asy.  Madzhab itu  juga tercatat di kantor ayah saya ditjen bea cukai. ( pada akhir tahun 1996 sehari setelah saya datang ke kedutaan saudi arabia,  pijak kau buat sebanyak-banyaknya kedutaan meminta izin pada saya untuk mencatatkan nama dan alamat saya ke pihak kepolisian sebagai Malik ar'asy.  Pihak kedutaan juga meminta izin pada ayah saya untuk mencatatkan madzhab Malik ar'asy ke kantor ayah saya.  Mereka juga meminta nomor nik kepegawaian ayah saya di ditjen bea cukai. Karena rumah kami berada di komplek Kehakiman ( kemenkumham)  maka pihak kedutaan saudi Arabia jakarta pernah bilang pada saya bahwa mereka Berencana mencatatkan identitas saya sebagai Malik ar'asy ke kemenkumham. Dan mereka akan mengecek dulu.  Apakah pegawai yang terdahulu telah melapor pada kantor Kehakiman ( kemenkumham)  bahwa saya tinggal di komplek Kehakiman. Saya bisa tinggal di sana karena ibu saya mempuyai ayah dulu adalah pegawai Kehakiman. Selain itu saat saya datang ke kantor kedutaan saudi arabia pihak kedutaan juga membuatkan kartu Tanda pengenal sebagai Malik ar'asy. Tapi di simpan di kedutaan. Sebab saya khawatir akan hilang bila di pegang oleh saya. Ada polisi yang mengurus soal kartu tanda pengenal itu. Dan sepertinya ia memegang fotokopinya. Dan Karena saya lebih memilih agar nama saya di catatkan saja ke pihak kepolisian sebagai Malik ar'asy. Jadi nama dan alamat saya yang tertulis di kantor kedutaan saudi arabia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL.  yaitu nama ivan hermawan.  Alamat Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Saya dan orang tua saya sejak lahir tinggal di sana. Kami bisa tinggal  Pada akhir tahun 2005 kami menjual rumah itu.  Lalu pun dah ke rt 4/5 yang juga masih berada di kelurahan cipinang kecamatan Pulogadung jakarta timur. Lalu pada akhir tahun 2019 kami menjual rumah itu.  Dan sekarang saya beralamat KTP di rt 15/08 kelurahan pulogebang kecamatan cakung jakarta timur. Bantuan yang saya harapkan yaitu.  Saya harap saudara saudara bapak dan ibu mau mendatangi kantor kepolisian Indonesia,  kantor dewan perwakilan rakyat Indonesia,  kantor departemen agama Indonesia,  kantor kemenkumham dan kantor ditjen bea cukai.  Untuk mengambil kopi surat surat saya sebagai Malik ar'asy.  Lalu di serahkan kepada komnasham, DPR ri,  bksap dpt ri, kemlu ri, kepolisian, dukcapil kemendagri, bhp jakarta, dan langsung ke saudi arabia yaitu kepada kementrian luar negeri saudi arabia DLL. Tolonglah saya. Tahun 2001 oleh pihak kepolisian saya di ikut sertakan dalam program perlindungan saksi oleh kepolisian.  Dulu kasusnya di tangani kepolisian daerah kecamatan pulogadung jakarta timur . Mereka juga tahu bahwa saya adalah Malik ar'asy. Besok saya berniat akan datang ke kantor kedutaan saudi arabia jakarta.  Tolonglah saya.  Sepertinya ada yang jahat pada saya.  Saya sangat berharap pemerintah Indonesia serta semua saudara saudara bapak dan ibu mau juga datang ke kantor kedutaan saudi arabia jakarta Indonesia. Untuk menolong dan membela saya. Serta membantu berdialog dan  membicarakan perkara ini kepada kantor kedutaan saudi Arabia jakarta. ( mungkin hari ini atau besok,  lusa). Selain itu saya juga butuh bantuan hukum. Serta bantuan pencarian bukti, saksi dan arsip apapun yang ada hubunganya dengan permasalahan saya ini. Perkara saya ini sudah saya laporkan ke berbagai tempat.  Serta sudah ada nomor kasus dan nomor agendanya di komisi Hak asasi manusia Indonesia. Juga pada aplikasi LAPOR1708, serta tempat tempat lainya. Awalnya memang ini Kesalahan saya. yaitu. Dulu saya kurang ngerti dan jelas apa itu Malik ar'asy dan keluarga saud. Saya juga tidak membuat surat surat sendiri sebagai Malik ar'asy atas nama saya.  Karena saya kurang minat, gak jelas dan gak ngerti apa itu Malik ar'asy.  Dulu saya pikir surat sebagai Malik ar'asy ada pada nenek saya ia simpan. Karena dulu nenek saya masih hidup. Saya sangat menyepelekan soal surat surat.  Karena saya tidak minat soal Malik ar'asy.  Saya juga tidak lagi datang ke kantor kedutaan saudi arabia. Saya juga tidak mengambil kartu Tanda pengenal sebagai Malik ar'asy dari kedutaan saudi arabia. ( kartu itu di simpan oleh kedutaan.  Tapi sata boleh mengambilnya bila saya mau. Saya juga tidak mengambil surat dari kepolisian yang mencantumkan bahwa nama dan identitas saya di catatkan ke kepolisian sebagai Malik ar'asy oleh kedutaan. Saya pindah rumah ke alamat yang baru juga tidak melapor pada kedutaan.  Kehilangan KTP tidak lapor pada kedutaan saudi arabia dan polisi. Dan banyak lagi. Jadi nama dan alamat saya yang tertulis di kantor kedutaan saudi arabia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL sebagai Malik ar'asy  yaitu nama ivan hermawan.  Alamat Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Saya tidak Terima bila ternyata ada yang meralat atau merubah nama dan identitas saya di tempat tempat itu sebagai Malik ar'asy/ al saud. Tanpa seizin dan sepengetahuan saya ( bila ada yang meralat/ merubah akan ada arsip dan catatanya. Dan nama dan identitas sebelumnya masih tetap ada arsipnya). Jadi nama dan alamat saya yang tertulis di kantor kedutaan saudi arabia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL.  Sebagai Malik ar'asy yaitu nama ivan hermawan.  Alamat Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Tolonglah saya.  Saya sangat butuh bantuan hukum. Tolonglah saya orang yang lemah ini.  Saya mohon maaf bila ada kata kata yang salah ataupun yang kurang berkenan di hati bapak ibu. Terima kasih atas waktu dan perhatiannya. Jadi nama dan alamat saya yang tertulis di kantor kedutaan saudi arabia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL.  Sebagai Malik ar'asy yaitu nama ivan hermawan.  Alamat Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Jadi nama dan alamat saya yang tertulis di kantor kedutaan saudi arabia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL.  Sebagai Malik ar'asy yaitu nama ivan hermawan.  Alamat Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Jadi nama dan alamat saya yang tertulis di kantor kedutaan saudi arabia,  dewan perwakilan rakyat Indonesia,  departemen agama Indonesia,  kepolisian Indonesia DLL.  Sebagai Malik ar'asy yaitu nama ivan hermawan.  Alamat Cipinang baru bunder  ( komplek Kehakiman)  rt 001 RW 001 no 30 Kelurahan Cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Saya ingin agar pemerintah indonesia meminta pengecekan dan pencocokan DNA. Jadi nanti yang di pilih itu bukan yang berwajah arab, bisa berbahasa arab, berpendidikan tinggi, perpangkat tinggi, selalu berpakaian ala arabia, wajah rupawan, banyak uang, ahli agama, banyak teman di indonesia maupun di arab. Baik orang arab maupun indonesia, suka pergi ke saudi arabia, aktif mengurus soal keluarga saud dan sering datang ke kedutaan, memiliki banyak surat surat dan membuat paten sebagai malik ar'asy. Tapi yang cocok DNA nya. Serta juga meminta agar pengadilan itu di lakukan di saudi arabia. Saya tidak mau acara hukumnya di lakukan di indonesia. Surat nenek saya Fatima sebagai Al saud hilang dan juga surat sebagai anak raja. Sangat berbahaya sekali bila surat itu di salahgunakan oleh si pencuri surat surat. Jadi kini yang menguasai kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta adalah para saudara saudaranya Mereka melakukan kudeta. Lantaran mereka mencuri surat surat nenek saya Fatima. Mereka mengaku ngaku sebagai keturunanya Fatima nenek saya. Semua lantaran nenek saya Fatima pergi dari rumah hampir 25 tahun. Yaitu sejak awal tahun 1947 sampai akhir tahun 1972. Jadi dari tahun 1947 sampai 1971 tidak ada bukti bukti tentang tindakan nenek saya Fatima. Atau surat pemberian kuasa apapun dari nenek saya Fatima. ( Ia tidak datang saat pengurusan hartanya yang di bekukan oleh jepang pada tahun 1942, tidak pernah datang ke kedutaan Saudi Arabia jakarta dan ke arab, tidak datang pada acara pembagian warisan DLL ). Katanya silsilah nenek saya Fatima yang dulu adalah Fatima ibnt Malik ibn Malik Saud......MALIK...... Bukanya musti pakai google driver. https://drive.google.com/file/d/13SeI0izbQRJpPBrzxBmVVrn0xC54sbU6/view?usp=drivesdk ada pemalsuan atas diri di kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta.  Sebelumnya saya mohon maaf atas kedatangan pesan saya ini yang mungkin sangat mengganggu bapak ibu dan tidak di kehendaki oleh bapak ibu. Atau mungkin surat saya ini jatuh ke pihak yang salah. Sekali lagi saya mohon maaf Yang sebesar besarnya. Tujuan pesan saya ini yaitu untuk meminta bantuan atas permasalahan yang saya hadapi. Bantuan yang saya butuhkan yaitu bantuan hukum. Dan bantuan pencarian arsip/ saksi dan bukti apapun yang ada sangkut pautnya dengan kasus yang saya hadapi. Tolonglah saya Siapapun saya kirimi pesan. Dengan tujuan untuk mencari orang orang dan pihak pihak dapat membantu perkara seperti yang saya alami. Tolonglah saya Terima kasih. Setelah membaca pesan saya ini. Saya harap pesan ini di hapus dan di musnahnya. Saya tidak bertanggung jawab. Apabila bapak ibu menyimpan pesan ini. Terima kasih Saya telah melaporkan kasus saya pada komis hak asasi manusia republik Indonesia. Indonesia. nomor aduan saya adalah 1870 No agenda 153898      Tolonglah saya. Nama saya herm. Saya adalah cucunya Fatima. Madzhab Malik Ar'asy. Nama, alamat dan identitas saya juga tercatat di kepolisian Indonesia, dewan perwakilan rakyat republik Indonesia, departemen agama Indonesia. Sebagai Malik ar_asy/ keluarga saud. silsilah nenek saya yang tercatat adalah fatima ibnt abdul azis ibn malik saud. Saya harap bapak ibu mau datang ke kepolisian Indonesia, dewan perwakilan rakyat Indonesia, departemen agama. Untuk mengambil kopi surat surat saya sebagai Malik Ar'asy yang ada di sana. Agar bapak ibu percaya bahwa saya adalah Malik Ar'asy. Saya berniat besok akan datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta. Saya ingin agar bapak ibu juga mau datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia Jakarta. Untuk membela dan membantu saya membicarakan kasus saya pada kantor kedutaan Saudi Arabia. Tolonglah saya.     Cerita di bawah ini hanya ringkasanya saja.     Tahun 1927 fatima lahir di rumah sakit di kota bogor. Ayahnya orang arab. Dari kota riyadh saudi arabia. Namanya abdul azis. dari keluarga saud. Nama panggilanya adalah malik. Ada juga yang memanggilnya dengan nama malik ibn saud. Sedang orang orang Arab dari daerah tertentu ada juga yang memanggilnya dengan sebutan said. Mereka tinggal di sebuah rumah di kota bogor. Rumah itu tak jauh dari istana bogor. Bertingkat 2. Cat rumah itu berwarna putih. Ibunya fatima bernama mariam. Nama panggilanya adalah iyam. Ayah dan ibu fatima menikah di empang bogor. Ibunya fatima orang indonesia asli. Sejak umur 5 bulan fatimah sudah di beri 2 buah ijab. Madzhabnya malik dan ar'asy. Ijab itu adalah surat bukti sebagai malik dan ar'asy. Ke 2 ijab itu atas nama fatima ibnt abdul azis ibn malik saud. Sejak kecil nama dan identitas Fatima telah di catatkan ke pihak Belanda sebagai Malik ar'asy. Saat lahir fatima mempuyai tanda lahir. Bentuknya Yaitu seperti segi lima berwarna hitam. Yang letaknya berada di pinggang bagian belakang rada ke bawah. Beberapa tahun kemudian mereka pindah ke kampung tegalwaru ciampea bogor. Di sana tinggal juga orang tua dan para saudara mariam. Rumah mereka selalu ramai dengan orang yang datang meminta tandatangan dan stempel dari ayahnya fatima. Saat tinggal di indonesia orang orang orang memanggilnya dengan nama malik dan malik ibn saud. Tapi ada juga orang arabia dari daerah tertentu yang kadang memanggilnya dengan nama said ( panggilan gelar. Saat di Indonesia). Beberapa lama kemudian ada teman ayahnya fatimah datang dari arab dengan membawa sebuah surat yang isinya menyuruh ayah fatima pulang ke negerinya. Karena di sana sedang ada huru hara soal kemerdekaan. Ayahnya fatimah itu orang pergerakan kemerdekaan. Lalu iapun pergi dengan janji akan kembali. Ia meninggalkan banyak surat suratnya, buku buku, foto DLL. Tapi tahun demi tahun ia tidak juga pulang. Oleh ibunya fatima lalu di titipkan pada seorang temanya di kampung benteng ciampea. Fatima juga sekolah rakyat di sana sampai ia lulus. Untuk mengisi kesibukanya ibunya fatima sering pergi mengaji ke pekojan jakarta bersama teman temanya. Sampai akhirnya ada orang yang menikahi ibunya fatima. Namanya bapak umar. Lalu fatimah ikut tinggal di pekojan dan mempuyai adik perempuan. Namanya sarifah. Saat fatima dan sarifah sedang main ke tegalwaru ciampea tiba tiba ada 2 orang arab datang mencari fatima. Saat itu fatima sudah besar. Ke 2 orang itu di jamu oleh ayahnya ibu fatima. Tamu itu bertanya siapa yang namanya fatima. Lalu fatimah di panggil ke luar. Ternyata para tamu itu adalah utusan ayahnya fatima. Mereka bilang fatima akan di tikahkan oleh ayahnya dengan orang dari arabia. Namanya hasan ( hasan ada nama aslinya. Katanya ejaan cara penulisan namanya ada yang berbeda di beberapa surat. Seperti kheer, kodhoir, kohoir, akhoir, kahoir ) kira kira 2 minggu kemudian datanglah wanita wanita dengan membawa nampan nampan berisi perhiasan perhiasan emas. Mereka merias fatimah serta mengecek kesehatanya ke dokter. Kira kira 2 bulan kemudian fatima dan para saudaranya menunggu kedatangan ayahnya fatimah dan hasan di empang bogor. Lama sekali sampai berjam jam mereka baru datang. Fatima dan para saudaranya sangat kaget. Mereka kira ayahnya fatima dan hasan hanya datang berdua atau beberapa orang. Tapi ternyata mereka datang dengan rombongan hampir 100 orang. Orang orang itu berjalan kaki dari pelabuhan menuju empang bogor. Mereka memikul puluhan peti peti. Peti peti itu di buka di empang bogor di saksikan orang orang. Ternyata isinya emas batangan. Ada juga emas putihnya. Ternyata ayah fatima memberi fatima emas batangan. Ada belasan peti emas batangan. Satu peti berisi 100 batang emas. Peti emas itu berbentuk segipanjang yang di cela celanya ada jarak yang rada renggang. Lalu di isi dengan jerami. Yang di dalamnya ada emas emas batangan. Emas batangan itu ada yang bertanda seperti padi dan kapas. Sedang emas putihnya sebesar batu bata merah. Peti peti itu di dalamnya ada jerami jeraminya. Ada juga batu batu cincin berwarna warni. Ada 2 gentong. Warna batu batu itu rata rata berwarna biru dan merah. Gentong itu ada tutupnya. Selain itu ada juga batu permata dan berlian. Ada 2 karung kecil. Serta sejumlah uang. Ayah fatima lalu bertemu dengan ibunya fatima. Ibunya fatimah lalu menunjukan tanda lahir fatima kepada ayah fatima. Kata ibunya fatima pada ayah fatima, ini benar anaknya lihat masih ada tanda lahirnya di pinggang bagian belakang. Sambil membuka baju fatima. Ibunya fatima menunjukan tanda lahir fatima kepada ayah fatima. Yang lalu ayah di lihat oleh ayah fatima. Ayah fatimah dan rombonganya menginap di hotel salak bogor. Dan beberapa hotel lain di kota bogor. 2 minggu kemudian pada pagi hari fatima menikah di hotel salak bogor. Emas kawin untuk fatimah berupa 2 kilo emas. Emas emas dan semua harta itu dari ayahnya fatima untuk fatima. Hasan adalah pegawai ayah fatima. Saat datang ke indonesia itu orang tua dan kakaknya hasan juga ikut. Siangnya pesta pernikahan fatima berlangsung di istana bogor. Para pejabat dan tentara belanda ikut hadir dan juga para istri mereka. Para tamu itu di undang memakai undangan. Undangan itu berwarna merah hati. Jadi para tamu memperlihatkan undangan kepada tentara yang berjaga di pintu gerbang istana. Para tamu rata rata orang eropa. Kira kira 75% orang eropa. Para saudara fatimah juga ikut hadir. Gubernur jendral belanda juga ikut hadir. Pesta itu di dokumentasikan dalam bentuk vidio dan foto serta di muat di koran dan majalah serta di siarkan radio. Lalu pesta itu di ulang kembali di rumah fatima di ciampea. Pestanya 3 hari 3 malam tanpa berhenti. Tarian apa saja juga di sajikan. Ada juga tentara belanda yang datang. Fatima juga membeli beberapa $l dan tanah di bogor dan jakarta. Ia juga menyimpan hartanya di bank. Bank itu berada di jakarta. Bank itu adalah bank baru. Belum lama buka. Saat menyimpan uang fatima juga membawa saksi saksi sendiri yang ikut datang ke bank dan ikut tandatangan di bank sebagai saksi bahwa fatima dan hasan menitipkan uang dan harta mereka di bank tersebut. Ayahnya Fatima juga berinvestasi bersama teman temanya. Yaitu membuat suatu seperti perusahaan. Kira kira 2 bulan kemudian fatima dan hasan pergi ke palembang. Mereka menyewa sebuah perahu besar. Perahu itu masih baru ( atau bisa juga baru di cat ulang ) Warnanya biru dongker. Saat pergi fatimah memakai baju ala eropa. Dengan di iringi orang orang. Dari ciampea saja sampai 10 mobil. Saat akan naik kapal sebotol minuman di timpukan ke arah kapal fatima dan selebar karpet berwarna merah menjadi jalanan menuju kapal. Gaun yang di kenakan fatima sangat panjang. Sampai musti ada 2 orang yang memeganginya di belakang. Ada kuli dan pengawal yang ikut. Mereka membawa harta fatima. Fatima membawa 3 peti emasnya ke sana. Sisanya di titipkan pada bank dan katanya pada suatu perkumpulan. Di palembang fatima membeli sebidang tanah di pinggir sungai. Lalu ia membangun rumah di situ. Di daerah ulu 13 palembang. Rumah itu terbuat dari batu bata merah. Pagarnya dari bambu yang cukup tinggi. Di belakang rumah ada terasnya. Dari teras itu terlihat sungai yang terbelah menjadi 2 anak sungai.      Hasan membuat ruangan bawah tanah. Tepat di bawah kamar fatima dan hasan. Pintunya sangat rahasia. Yaitu bila tempat tidur mereka di angkat maka akan terlihat anak tangga yang menuju ke ruang bawah tanah. Jadi tempat tidur itu ada gemboknya.      Para pembantu mereka semuanya laki laki dan orang arab. Jumlahnya ada 6 orang.      Hasan bergerak di bidang keagamaan. Hampir setiap hari dia pergi naik perahu bersama 2 orang pegawainya. dari belakang rumah fatima Ada teras lalu ada jalanan yang terbuat dari kayu untuk menuju sungai tempat dek perahu bersandar. Jalananya ada yang bertangga tangga. Fatima dan hasan membuat silsilah besar berwarna hijau. Karena hasan laki laki jadi silsilah itu katanya memakai nama hasan. Tapi memakai madzhab fatima. Silsilah itu berukuran kira kira 70 x 50 berwarna hijau. Jadi yang tertulis pada silsilah itu seperti ini, nama asli hasan bin nama ayahnya fatima bin nama kakeknya fatima. ( sebenarnya hal itu bisa membuat orang yang tidak tahu jadi mengira bahwa hasanlah yang merupakan malik ar'asy. Dan hasanlah yang merupakan anaknya ayah fatima ). pada awal tahun 1942 fatima mempuyai seorang bayi laki laki. Saat bayi itu umur 2 bulan. Hasan pergi bersama 2 pengawalnya naik perahu. Tiba tiba datang pesawat pesawat menyerang daerah kediaman fatima. Fatima di temani para pembantunya berlari. Ia bersama penduduk sekitar bersembunyi di dalam gua. Sampai rumah bayi fatima sakit lalu 2 hati kemudian wafat. Hasan menguburnya di halaman rumah. Fatima mengecek ke dalam ruang bawah tanah. Ia lihat emasnya yang satu peti kira kira tinggal 65%. Sedang yang 2 peti lagi belum di buka. Entah hasan gunakan untuk apa. Setelah mengubur bayinya lalu hasan kembali pergi. Tapi belum 5 menit hasan pergi pesawat pesawat kembali menyerang. Fatima yang lagi panik malah di bekap dan di pegangi oleh ke 2 pembantunya. Ternyata pembantunya mengambil kesempatan di saat panik itu untuk merampoknya. Fatima memanggil manggil nama hasan. Kemudian terdengar suara orang berkelahi di luar rumah bagian belakang. Terlihat kaki hasan sedang menendang dari jendela dan kemudian menghilang tidak ada suara apa apa lagi. Para pembantu fatima merampok fatima. Mereka bekerja sama dengan teman temanya. Saat itu padahal sedang ada saudaranya hasan sedang bertamu. Setelah 3 hari ternyata ada 2 orang pembantu fatima yang kasihan pada fatima. Mereka membawa lari fatima ke rumahnya di ciampea bogor. Tapi saat mau sampai rumah fatima. Para pembantu itu menyuruh orang lain untuk nengantar fatima ke rumahnya. Orang orang kaget melihat kedatangan fatima. Mereka mengumpulkan orang orang untuk pergi ke palembang mencari hasan. Semua harta fatima telah di rampok. Juga silsilah dan surat surat fatima. Keluarga hasan mencari hasan yang belum juga di temukan. Ada puluhan orang dari bogor dan jakarta mencari hasan. Keluarga hasan juga pergi ke arab untuk mengabarkan berita itu kepada ayah fatima. Tapi ayah fatima tidak ada di rumah. Ia sedang pergi dalam waktu yang lama. Hasan hilang. Orang orang mencarinya kemana mana tapi hasan belum juga di temukan. Peristiwa perampokan dan hilangnya Hasan di laporkan ke pihak yang berwajib. Di kota bogor Harta fatima di bekukan jepang pada tahun 1942. Sedangkan surat penitipan harta fatima pada bank hilang saat peristiwa perampokan di palembang. Silsilah Fatima yang besar juga hilang. Emas emas batangan juga hilang. Surat penitipan harta pada bank juga hilang. Dulu saat Jepang datang ke Indonesia tentara Jepang sempat datang ke rumah fatima di tegalwaru ciampea bogor. Untuk sedikit menginterogasi nenek saya. Karena mereka menganggap nenek saya fatima orang inteletual ( keluarga saud). Mereka ingin mengajak fatima katanya untuk di introgasi. Tapi waktu itu fatima sedang sakit. Ia hanya di introgasi di rumah. Fatima di anggap sebagai orang/ kaum intelektual. Yaitu keluarga saud. ( artinya pihak Jepang memiliki alamat rumah Fatima sebagai keluarga saud. Mereka pastinya mendapatkan alamat itu dari pihak Belanda. ) Petugas bank tempat fatima menitipkan hartanya sampai datang ke rumah fatima di Tegalwaru ciampea setelah Indonesian merdeka. mengabarkan berita bahwa harta Fatima yang ada di simpan di bank telah di bekukan/ di sita oleh Jepang pada tahun 1942. Lalu akan di cairkan. Petugas bank itu bilang bahwa memang benar fatima dan hasan menitipkan harta mereka kepada bank mereka. Tercatat pada bank serta ada alamatnya. Dan alamatnya benar bahwa itu adalah alamat rumah fatima di kampung tegalwaru ciampea. Kata petugas bank berkata seperti mengecek kebenaran alamat rumah Fatima. Tapi surat penitipan harta pada bank milik fatima hilang. Fatima juga ia suruh oleh pegawai bank untuk menandatangani surat soal harta yang di bekukan itu. Tapi fatima tidak mau. Lalu penandatanganan di wakilkan entah oleh siapa. Katanya sih seorang laki laki yang juga masih keluarga ibunya Fatima. Beberapa bulan setelah indonesia merdeka hasan di temukan. Ia telah tewas. Rumah dan tanah fatimah kata mereka di ambil oleh kerajaan arab. Fatimah cuma di beri 7 gram emas untuk kenang kenangan. Lalu ada beberapa orang para sepupu Fatima serta yang lainya pergi ke Arab lagi untuk menemui ayah Fatima guna memberitahu peristiwa yang Fatima alami. Sambil mengabarkan bahwa harta fatima yang ada di bank telah di bekukan / di sita oleh Jepang pada tahun 1942. Beberapa tahun kemudian Lalu fatima secara sembunyi menikah lagi dengan suryakanta/sukanta. Seorang guru sekolah rakyat di ciampea. 2 bulan kemudian datanglah utusan keluarga hasan. Utusan itu bilang bahwa kita dulu salah kubur. Ternyata yang dulu di temukan bukan hasan dan kubur bukan hasan yang asli. Dan kini hasan yang asli telah di temukan dan akan datang ke rumah fatima. Fatima dan semua keluarga sangat kaget bukan kepalang. Fatima tidak percaya, ia tetap yakin hasan yang dulu di kubur adalah hasan yang asli. Fatima lalu malah kabur dari rumah bersama suryakanta. Fatimah pergi dari rumah hampir 25 tahun [20/11 15.36] ivsayaher: Kira kira 2 bulan setelah fatima pergi datanglah utusan ayah fatima dari arab. Berjumlah 2 orang. Mereka ingin mengajak fatimah ke arab. Lalu oleh ibunya fatima di ceritakan semua yang terjadi. Sampai sampai utusan itu besoknya balik lagi ingin mendengarkan cerita selanjutnya. Fatima pergi ke kota sukabumi lalu ke pantai sukabumi lalu naik perahu ke pangandaran lalu ke bandung dan tinggal di sana beberapa tahun. Pada awal tahun 50 an ia kembali lagi ke bogor juga dengan naik perahu lalu ke jakarta pada akhir tahun 50 an. Pada tahun 50 an sampai 60 an keluarga hasan kabur entah kemana. Orang orang mencarinya tapi tak ada yang ketemu. saudi arabia baru membuka kantor konsulat jendral di indonesia sekitar awal tahun 1950 an. katanya ayah tiri fatima membawa ke 2 ijab fatima ke kantor konsulat jendral saudi arabia di jakarta. untuk mencatatkan nama dan alamat fatima sebagai malik ar'asy. serta mencatatkan bahwa harta fatima yang ada di bank telah di bekukan jepang tahun 1942. Ke 2 ijab fatima juga ikut di tunjukan. ( saudi arabia pertama kali membuka konsulat di indonesia yaitu pada awal tahun 50 an. Lalu pada akhir tahun 50 an barulah Saudi arabia membuka kantor kedutaan ). Katanya ibunya fatima juga datang ke kantor konsulat Saudi Arabia di Jakarta. Ia memberikan banyak surat surat fatima dan surat surat peninggalan ayah fatima kepada kantor konsulat saudi arabia saat baru buka beberapa hari. Ibunya Fatima juga membawa ke 2 ijab Fatima. Serta mencatatkan nama dan identitas Fatima sebagai Malik ar'asy. Lalu pada awal tahun 50 an ada beberapa orang sepupu ibunya Fatima serta yang lainnya pergi lagi ke Arab. Untuk menemui ayahnya Fatima.      melaporkan soal pencatatan nama Fatima di konsulat saudi Arabia Jakarta sebagai Malik ar'asy. Dan melaporkan bahwa harta Fatima yang ada di bank telah di bekukan / di sita oleh Jepang pada tahun 1942. Sambil mencari cara untuk mengambil harta Fatima yang di bekukan / di sita oleh Jepang. Sedang Fatima pergi dari rumah. Kira kira tahun 1960 ibunya fatima di beri 2 buah ijab fatima. Juga 2 lembar surat harta dan beberapa lembar surat lainya. Ibunya fatima tidak bisa membaca dan menulis tulisan arab maupun indonesia. Tapi berbicara dalam bahasa arab ia cukup pintar. Jadi ia tidak bisa membaca buku buku dan surat surat peninggalan ayahnya fatima. Saat di jakarta Lalu fatima bertemu dengan sepupu jauhnya yang tinggal di empang bogor. Fatima menitipkan anak laki lakinya padanya. Dari anak laki laki itu akhirnya ibunya fatima sedikit tahu tempat tinggal fatima. Dan ternyata fatima masih hidup. Banyak surat surat milik fatima yang hilang. Karena ibunya fatima menaruhnya pada lemari pajangan yang ada di ruang tengah rumahnya. Yang hilang kira kira 95% lebih. Dan yang ada sudah berantakan. Dan seperti tertukar. bahkan katanya baru beberapa bulan fatima pergi surat suratnya sudah banyak yang hilang. Ibunya fatima itu mengutamakan mengamankan ke 2 ijab fatima. Sedang surat surat yang lain kurang ia pentingkan. Tapi sepertinya surat surat lainya cukup penting juga. Surat surat fatima banyak yang di ketik beberapa rangkap dan banyak yang memakai nama asli hasan. Karena hasan laki laki. Rumah ibunya fatima selalu ramai oleh para saudara dan keponakanya. Karena dulunya rumah itu adalah rumah orang tua ibunya fatima. Ibunya fatima adalah anak ke 7 dari 7 bersaudara. Jadi rumah ibunya fatima selalu ramai. Surat surat Fatima banyak sekali yang hilang. Orang itu mencuri surat macam macam dan yang aneh aneh peninggalan Fatima dan ayahnya. Ibunya fatima curiga pada saudara saudaranya sendiri soal hilangnya surat surat fatima yang sangat banyak itu. Bahkan katanya baru beberapa bulan fatima pergi surat surat fatima sudah banyak yang hilang. Si pencuri surat itu mengambil surat surat apa saja. Selain surat identitas fatima sebagai malik ar'asy orang orang itu juga mengambil semua surat surat tentang peristiwa tempo dulu itu. Foto foto, buku DLL. bahkan rumah ibunya Fatima juga pernah kemasukan maling. Pintu belakang rumahnya ada yang bobol dan lemari tempat surat Fatima berantakan. Pada kira kira akhir tahun 60 an datanglah utusan ke 2 ayah fatima. Berjumlah 2 orang. Yang seorang bisa berbahasa indonesia. Utusan itu menyuruh agar ibunya fatima mengumpulkan para saudara fatima yang rumahnya dekat serta para tetangga. Setelah semua berkumpul ada sekitar 40 orang lebih utusan itu berdiri di depan para tamu serta menjelaskan maksud kedatanganya. Ia menjelaskan soal identitas ayah fatima serta yang lainya. Lalu utusan itu juga bilang bahwa nama fatima akan di cantumkan dalam silsilahnya sebagai anak pertama. Tapi nama ibunya fatima tidak. Nama ayah fatima adalah abdul azis. serta menjelaskan identitas ayah fatima. dan Para tamu semua bertepuk tangan. Utusan itu juga memberikan surat suratnya kepada ibunya fatima di hadapan para tamu. Ia juga memberika surat dari pengacara ayah fatima yang tinggal di eropa. Tertulis nama dan alamat pengacara itu. Ada juga surat pengambilan warisan.      Para saudara fatima jadi antusias mendengar perkataan utusan ke 2 ayah fatima. Mereka membongkar gudang di rumah pekojan. Dan mendapati beberapa surat surat dari ayah fatima untuk fatima. Surat surat itu ada beberapa yang belum di buka. Surat itu di kirim memakai jasa titipan kilat. Ada surat yang bertahun lama. Jika tak salah tahun 50 an. Dalam surat tertulis nama ayah fatima ada yang berbeda di surat surat itu. Ada yang bernama malik, malik abdul azis, abdul azis. Ada juga saudara saudara fatima yang menemukan koran yang memuat pesta pernikahan fatima di istana bogor. Jumlahnya ada 2 koran. Terbitan redaksi yang berbeda. Pada koran koran itu terdapat foto pesta pernikahan fatimah di dalam ruangan di istana bogor. Dalam koran tertulis nama fatima dan nama asli hasan. Dulu saat fatima nikah dengan hasan keluarga fatima mendapat koran saat fatima nikah. Tapi kemudian koran itu hilang. Lalu kemudian para sepupu fatimah kembali mencari koran itu. Dsn menemukan 2 buah koran dari terbitan redaksi berbeda yang memuat pernikahan fatima di istana bogor. Entah asli ataukah palsu koran itu. Kira kira akhir tahun 1971 bulan desember fatima baru pulang dari perginya yang hampir 25 tahun itu. Kira kira 2 hari kemudian ibunya fatima meregistrasi ke 2 ijab fatima. itu baru pertama kalinya ke 2 ijab fatimah di registrasi ke kantor kedutaan saudi arabia. Tadinya ibunya fatima tidak tahu bahwa ijab itu musti di registrasi ke kantor kedutaan saudi arabia setiap 5 tahun sekali. Lalu ada tamu ibunya fatima yang memberitahu. Fatima tidak boleh ikut oleh ibunya. Karena ia sepertinya masih lelah dan ibunya fatima khawatir fatima pergi lagi. Ibunya fatima pergi ke kedutaan saudi arabia di jakarta bersama sepupu wanitanya. Serta suami keponakanya ibu fatima yang tinggalnya di seberang rumah ibunya fatima. Keponakan ibunya fatima itu juga keturunan arabia. Begitu juga Suaminya. Lalu suaminya mengajak saudara jauhnya yang tinggal di empang bogor. Ia di ajak karena katanya mengerti soal registrasi ijab. Ia juga orang keturunan arabia. Jadi mereka ke kedutaan saudi arabia di jakarta berempat. Ibunya fatimah, sepupu ibunya fatimah, suami keponakan ibunya fatima dan sudara jauh suami keponakan ibunya fatima yang tinggal di empang bogor. Fatima membuat surat keterangan dari RT RW di rumahnya bahwa ia adalah warga di sana untuk di bawa ke kedutaan karena ia tidak punya ktp. Ibunya fatima selain membawa ke 2 ijab fatima ia juga membawa surat surat peninggalan ayah fatimah, foto foto dan surat surat dari utusan ke 2 ayah fatima. Di dalam kedutaan mereka memasuki ruangan yang di dalam ruangan itu ada loketnya. Serta memperlihatkan ke 2 ijab Fatima dan memperlihatkan surat surat peninggalan ayah fatima dan dari utusan ke 2 ayah fatima. Lalu sebagianya di berikan kepada pegawai kedutaan. Surat surat itu di serahkan ke kedutaan. Karena ibunya Fatima khawatir surat surat itu hilang bila di simpan di rumah. dan ternyata nama dan alamat fatima sebagai malik ar'asy memang ada di kantor kedutaan saudi arabia. Karena dulu saat saudi arabia pertama kali membuka kantor konsulat di indonesia. Yaitu pada awal tahun 50 an. Ayah tiri fatima datang ke kantor konsulat saudi dengan membawa ke 2 ijab fatima untuk mencatatkan nama dan alamat fatima sebagai malik ar'asy. surat keterangan fatima dari RT RW sebagai warga di tolak oleh kedutaan. Jadi registrasi ijab itu memakai KTP saudara jauh dari suami keponakan ibunya fatima yang tinggal di Empang bogor Karena dulu fatima tidak punya ktp maka oleh kedutaan alamat rumah fatima di tegalwaru ciampea di catat sebagai alamat rumah fatima. Fatima hanya punya surat keterangan dari rt rw bahwa ia kini tinggal di rumah ibunya di kampung tegalwaru ciampea bogor. Beberapa bulan setelah fatima pulang ke rumah ibunya, hasan datang seorang diri. Ia memakai mobil. Ia di jamu oleh sarifah adik fatima. Fatima tidak mau keluar menemuinya. Fatima hanya mengintip dari celah hordeng. Beberapa bulan kemudian utusan hasan itu datang. Fatima di suruh menanatangani surat surat. Jika tak salah ada 2 lembar surat yang musti fatima tandatangani. Yang katanya fatima akan mendapat warisan dari hasan. Nama fatima juga akan di cantumkan sebagai istri pertama. Tapi anak anak fatima tidak di catat. Beberapa bulan kemudian anak anak fatima membuatkan fatima rumah di depan rumah ibunya. Lalu fatima pindah ke rumah itu. Beberapa bulan kemudian datang lagi utusan hasan. Ia membawa mangkuk besar yang di bungkus dan di ikat pada selembar kain. Katanya ini untuk fatima, warisan dari hasan. Utusan itu di jamu oleh ibunya fatima. Fatima saat itu sedang tidur di rumahnya tidak di bangunkan. Sorenya setelah bangun fatima baru di beritahu bahwa ada utusan hasan datang memberi warisan. Fatima diam saja. Ia tidak mau mengambil warisan itu. Di intip oleh orang orang isi mangkuk itu berisi segepok uang dan perhiasan emas. 2 hari kemudian mangkuk itu hilang. Orang orang mencari cari siapa yang mengambil mangkuk itu. Begitu juga fatima. Fatima sangat kecewa soal hilangnya uang dan emas itu. Anak anak fatima kurang jelas dan tahu identitas ayah fatima. Mereka juga kurang ngerti soal madzhab dan malik ar'asy. Dan juga tentang keluarga saud. Saat fatima pulang dari perginya yang hampir 25 tahun, anak anaknya kurang ngerti saat ibunya fatima mengatakan bahwa mereka adalah malik ar'asy dan keluarga saud. Karena dari kecil sampai besar fatima hanya cerita sedikit soal identitasnya. Kemudian registrasi ke 2. Sama seperti registrasi pertama. Yang pergi ke kedutaan juga mereka berempat. Ibunya fatima merasa aneh. Mengapa mereka tidak mendapat uang. Padahal mereka keluarga saud. Dan kata utusan ke 2 ayah fatimah adalah raja. Apa mungkin mereka telah di tipu pikir ibunya fatima, atau mungkin dalam silsilah mereka itu letaknya sudah sangat jauh sekali dari raja. Hanya madzhabnya saja yang sama. Atau mungkin hanya yang aktif di kerajaan saja yang mendapat uang. Atau barangkali jumlah malik ar'asy itu sudah sangat banyak sekali atau di saudi arabia itu madzhab malik ar'asy sudah umum. Jadi karena sudah sangking banyaknya orang yang bermadzhab malik ar'asy maka mereka tidak pernah mendapat uang. Kira kira sejak tahun 1974 Rumah fatimah setiap hari lalu ramai di kunjungi orang orang yang ingin melihat koran koran saat fatima nikah di hotel salak dan pestanya di istana bogor. Banyak juga wartawan yang datang. Mereka juga melihat dan menfoto foto ke 2 ijab fatima, menfoto foto fatima dan ibunya DLL. Kata para wartawan itu cerita fatima itu akan mereka terbitkan. Bahkan banyak tamu yang datang dari tempat jauh sampai mereka menyewa mobil besar. Setiap hari toples toples yang di sediakan oleh ibunya fatima selalu penuh dengan uang. Orang orang juga mendengarkan ceramah keagamaan dari ibunya fatima yang memang suka di panggil orang untuk berceramah. Ada kira kira 40 orang lebih wartawan dan radio yang datang. Mereka juga memasang spanduk spanduk di rumah ibunya fatima. Bahkan ada tamu yang mendokumentasikan peristiwa itu memakai perekam vidio. Wartawan yang terakhir datang ke rumah fatima kira kira tahun 1982. Ia seorang wanita. Katanya ia adalah wartawan majalah wanita. Ibunya fatima di panggil dengan nama ibu iyam ( ibu mariam ) dari kampung ( kertasari ) tegalwaru ciampea bogor. registrasi ke 3 yaitu pada awal tahun 80 an. Ibunya fatimah dan sepupu perempuanya tidak ikut ke kedutaan. Yang pergi ke kedutaan yaitu suami keponakan ibunya fatimah dan saudara jauhnya yang tinggal di empang bogor. Mereka berdua yang pergi ke kedutaan saudi arabia di jakarta. Beberapa hari setelah registrasi ke 3 fatima membuat ktp dan kartu keluarga di kelurahan tegalwaru. Fatima ingin nama madzhabnya di cantumkan dalam ktp dan kartu keluarganya. Karena pihak kelurahan tidak percaya bahwa madzhab fatima adalah malik ar'asy maka fatima membawa ke 2 ijabnya ke kantor kelurahan tegalwaru untuk di cek. Itu adalah permintaan pegawai kelurahan yang membawa ke 2 ijab fatima selama 2 hari. Katanya untuk di cek di dinas keagamaan bogor dan kedutaan saudi arabia. Setelah di cek dan ternyata benar ke 2 ijab itu milik fatima maka barulah pada kartu keluarga fatima serta sukanta/ suryakanta suami fatima di tulisi gelar malik ar'asy. Dalam KTP dan kartu keluarga itu fatima mengganti namanya menjadi Elie/ Elih fatima/ fatimah . Salahnya di dalam kartu keluarga itu fatima menulis nama ayah saya adalah nama panggilanya. Yaitu dadang s. Padahal ayah saya sudah lama mengganti namanya menjadi rachman ( ayah saya adalah anaknya fatima yang sejak kecil di titipkan oleh fatima pada saudara jauhnya yang beralamat di empang bogor ) KTP Fatima belum jadi. kemudian kira kira 2 minggu kemudian ibunya fatima mengajukan nama anak anak dan cucu fatimah ke kedutaan saudi arabia. Itu baru pertama kalinya nama anak dan cucu fatima di ajukan ke kedutaan saudi arabia. Ayah saya mengajukan kartu keluarganya. Nama ayah saya rachman. Pekerjaan duaene/ bea cukai ( duaene adalah nama sebelum di ganti menjadi bea cukai ) tertulis nama saya ifan hermawan. Alamat kami dalam kartu keluarga yaitu cipinang baru bunder rt 01/01 no..... komplek kehakiman kelurahan cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur ( gang 2 no 3 ). Karena ktp fatimah belum jadi maka yang di lampirkan ke kedutaan hanya kartu keluarga fatima.      Serta foto foto fatima dan suaminya. Juga foto keluarga ayah saya sedang beramai ramai. Saat membuat KTP Fatima. Pembuatannya sangat lama sekali. Ada sekitar satu bulanan. Fatima dan saudara saudaranya juga jadi heran. Mengapa KTP nya lama sekali di buatnya di kelurahan. Fatima sampai beberapa kali mendatangi kantor kelurahan Tegalwaru untuk menanyakan kapan KTP nya selesai di buat. ibunya fatima akhirnya mengajukan ke kedutaan kartu keluarga fatima Saja. Tanpa KTP Fatima yang saat itu belum selesai di buat di kelurahan. Karta keluarga itu atas nama suami fatima. Yaitu suryakanta/ sukanta Malik Ar'asy. Nama saya dan ayah saya juga ikut di ajukan. Serta kartu keluarga kami. Selain itu Ibunya fatima juga melampirkan nama nama arab anak dan cucu fatimah. Jadi saya dan ayah saya juga mempunyai nama arabia. Jadi di selembar kertas lain ia juga menulis nama nama arab anak dan cucu fatima. Jadi dalam surat itu di tulis begini. Sebagai anak pertama. Lalu namanya. Lalu nama arabnya. Kemudian no 2. Sebagai anak ke 2. Lalu namanya. Lalu nama arabianya. Dan seterusnya. Yang pergi ke kedutaan untuk mengantar surat surat itu adalah orang yang biasa ibunya Fatima suruh ke kedutaan. Yaitu suami keponakan ibunya Fatima. Yang tinggal di depan pojok rumah ibunya Fatima. Dan saudara jauhnya yang tinggal di Empang kota Bogor. Lalu setelah KTP Fatima selesai di buat. Ibunya Fatima kembali menyuruh orang orang yang biasa ia suruh untuk datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia di Jakarta. Untuk pergi ke Jakarta mengantar KTP Fatima ke kantor kedutaan      Saudi Arabia. Dalam KTP itu tertulis nama Fatima dengan gelar madzhabnya Malik Ar'asy. Begitu juga pada KTP suami Fatima. Jadi nama fatima yang tertulis pada KTP itu adalah Elie Fatima Malik Ar'asy. Dan sukanta/ suryakanta Malik Ar'asy. Lalu Fatima membuat kopi surat nikahnya yang hilang di kantor KUA ciampea. Ia membuat kopi surat nikahnya itu memakai KTP nya yang baru di buat di kantor kelurahan      Tegalwaru. Ibunya fatima kurang konfirmasi siapa nama arab saya dan ayah saya.    Karena kira kira 2 minggu kemudian ia sakit lalu beberapa bulan kemudian ia meninggal.  Kira kira 2 bulan setelah ibunya fatima wafat anak fatima mengunjungi rumah saudaranya hasan. Saudaranya hasan mencaritakan soal ayahnya fatima. Juga rumahnya dan yang lainya. rumah ayah fatima berada di jalan king road. di kota riyadh saudi arabia. Sejak umur belasan tahun ayah Fatima sudah mempunyai rumah sendiri di kota Riyadh Saudi Arabia. Ia juga bercerita soal rumah ayah fatima di tahun 30 an. Katanya madzhabnya malik ar'asy. Tertulis tulisan malik ar'asy di depan rumah ayah fatima. Nama panggilanya adalah malik. Tapi banyak juga yang memanggilnya dengan nama malik ibn saud. Sedang nama aslinya adalah abdul azis. Dari keluarga ibn saud. Ayah fatima adalah keluarga saud. Di halaman depan bagian pinggir rumahnya ada gudang. Namanya falcon. Ia mempuyai kuda, unta dll. Gudang itu juga di tiduri oleh sebagian pegawai ayah fatima. Sedang sebagian lagi tidur di belakang rumah ayah fatima. Ayah fatima suka ikut pacuan kuda. Pada tahun 30 an ia mempuyai seekor kuda impor berwarna putih. Khusus untuk pacuan kuda. Dan katanya hampir menang. Kuda itu sangat berbeda dengan kudanya yang lain. Badanya tinggi kekar dan bulunya sangat halus. Bila di raba bagian ekor kuda itu. Bulu ekornya sangat halus. Berbeda dengan kuda kuda ayah Fatima yang lain. Warnanya putih. Tapi ada totol hitam kecil di bagian tubuh belakangnya. Nama kuda itu adalah nama sebuah bunga. Di dekat pintu rumahnya ada pos untuk keamanan berjaga. Keamanan memakai seragam dan membawa senjata. Rumah ayah fatimah bercat putih semua. Baik bagian dalam maupun luar rumah. Begitu juga warna lantainya. Lantai rumahnya sangat halus dan licin. Bisa untuk main prosotan. Karena sangking licin dan halusnya. Tapi ada lantai rumahnya yang berwarna lain. Yaitu pada bagian yang paling belakang. Di teras rumahnya ada anak tangga dan pilar pilar. Dan jika tak salah ada cerobong asap di rumahnya. Serta di ruang tamunya ada kursi sofa berbentuk huruf L. ia juga menyukai pajangan dan barang barang yang terbuat dari batu marmer. Dan sepertinya ada taman kecil di tengah tengah rumah. Tidak jauh dari rumah ayah Fatima ada rumah khusus untuk menyimpan mobil. Beberapa saudara ayah fatima juga menyimpan mobil di rumah itu. Seperti garasi bersama. Yaitu tempat penyimpanan mobil bersama. Montir montir ada yang tidurnya di rumah ayah fatima. Yaitu di bagian belakang rumah. Jika pergi ke rumah penyimpanan mobil ia sering berjalan kaki bersama para pegawainya. Karena letaknya tidak begitu jauh. Daun pintu untuk masuk ke dalam rumah ayah fatima sangat besar. Untuk mengetuk pintu rumahnya maka pada pintunya ada ketukan pintu berbentuk kepala macan hitam yang terbuat dari besi berwarna hitam. Jika sore hari ayah fatima suka keliling kampung bersama temanya menunggang kuda. Temanya itu juga keluarga saud. Dan katanya sih madzhab yang juga Malik Ar'asy. Pada bagian belakang rumahnya terdapat pohon pohonan. tidak begitu jauh dari belakang rumahnya terdapat perkampungan penduduk. Ayah fatima kadang suka main ke sana bersama temanya menunggang kuda. Para pegawainya tidak ada yang tahu seperti apa rupa wajah ayah fatima. Karena setiap keluar rumah ia selalu memakai sorban di kepalanya. Dan selendangnya menutupi sebagian wajahnya. Yang terlihat hanya mata, hidung dan sebagian bibirnya. Para pegawainya yang sudah tahunan bekerja padanya juga tak ada yang tahu seperti apa rupa wajah ayah fatima. Ayahnya fatima selalu memakai baju berwarna putih dan jubah putih. Selalu putih. Kira kira dalam satu tahun ia hanya 4-5 kali memakai baju berwarna selain warna putih. ( ini terjadi di tahun 30 an ).     Katanya para tetangga ayah Fatima hampir semuanya adalah keluarga Al      Saud. Setelah ibunya fatima wafat. Sisa surat surat peninggalan ayah fatima yang berada di rumah ibunya fatima kemudian di pindah ke rumah fatima. Tapi tidak semuanya. Hanya surat surat yang sekiranya penting saja. Sejak jaman kolonial rumah ibunya Fatima berada di kelurahan tegalwaru kecamatan ciampea. Tapi Kira kira tahun 1983/4 rumah Fatima dan ibunya oleh kecamatan ciampea rumah fatima dan ibunya di masukan ke dalam kelurahan bojongrangkas. Yang berada di sebelah kelurahan tegalwaru. karena batas antara kelurahan tegalwaru dan kelurahan bojongrangkas yang tadinya adalah patok semen seperti tugu yang berada di pinggir jalan raya di ganti menjadi sungai. Yang hal itu menyebabkan rumah fatima dan ibunya yang berada di seberang sungai jadi masuk ke dalam wilayah kelurahan bojongrangkas. Jadi mulai tahun 1983/4 rumah fatima dan ibunya jadi berada di wilayah kelurahan bojongrangkas kecamatan ciampea. Di kelurahan bojongrangkas fatima tidak membuat ktp dan kartu keluarga karena katanya baru juga buat ktp dan kk mereka musti buat ktp dan kk baru lagi di kelurahan bojongrangkas. Fatima jadi tidak mau membuat ktp dan kartu keluarga di kelurahan bojongrangkas. Walau fatima tidak membuat ktp dan kk di kelurahan bojongrangkas tapi keluarga fatima di undang saat pemilu. Saat registrasi ijab pada pertengahan tahun 80 saya kurang jelas soal ceritanya. Pada akhir tahun 80 an kira kira tahun 1989 fatima pindah rumah ke jl layungsari kelurahan empang bogor. Ia membuat ktp dan kartu keluarga di sana. Pada registrasi ke 2 ijab di awal tahun 90 an. Fatimah kembali mengajukan kartu keluarga ayah saya. Dengan alamat cipinang baru bunder rt 01/01 no..... kelurahan cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur. Tertulis nama saya herm. Pada registrasi ini silsilah fatimah pada ke 2 ijabnya di ganti oleh kedutaan menjadi fatima ibnt abdul azis ibn malik saud. Rumah fatimah dan ibunya di ciampea dan rumah fatimah di empang bogor mengalami beberapa kali penggantian nomor rumah serta nomor rt dan rw nya. Rumah yang di tempati ibunya fatimah di bojongrangkas ciampea kini berada di rt 3/3. Pada akhir tahun 90 an fatimah membuat ktp seumur hidup di kelurahan empang kecamatan kota bogor selatan. Pada akhir tahun 90 an rumah di jalan layungsari itu tertulis berada di rt 6/7. Tapi kini nomor rt dan rw nya telah berubah. Ia setiap lima tahun sekali suka meregistrasi ke 2 ijab itu ke kantor kedutaan saudi Arabia di jakarta. Tapi setiap meregistrasi je 2 ijab itu, ia se l aku menyuruh orang lain untuk pergi ke Jakarta. Temanteman itu adalah kaki laki yang juga keturunan orang Arabia dan juga tinggal di kota bogor. Dan suka ada orang orang yang datang untuk meminjam ke 2 ijab itu. Dengan alasan untuk acara selamatan dan keagamaan. Anehnya ia kasih pinjam.      Bahkan pernah di pinjam sampai berhari hari. Pada sekitar bulan september tahun  1996 saya datang ke kedutaan saudi arabia. Saya ingin tahu mengapa pihak kedutaan Saudi Arabia tidak pernah datang ke rumah saya ataupun nenek saya fatima. Padahal rumah saya letaknya berada di Jakarta. Tapi kira 2 bulan sebelumnya dan 2 minggu sebelumnya saya menyurati kedutaan saudi arabia dan mengatakan bahwa saya akan datang. Dalam surat saya tidak mengaku malik ar'asy. Saya ngakunya adalah cucunya fatimah yang nikah di istana bogor. Di kedutaan saya di jamu dengan baik. Di suguhi minuman dan di tawari makan. Saat datang saya memakai resi ktp. Karena ktp saya belum jadi. Saya juga mengisi 2 lembar buku tamu. Saya tulis alamat lengkap saya serta nomor telefon saya. Nomornya 4701706. Saat berbincang bincang dengan orang kedutaan ia bertanya, kamu ko berani jalan jalan sendirian. Saya bilang sudah biasa. Ia bilang juga bahwa di ruangan ini ada yang memata matai gerakan dan pembicaraan kita, sambil matanya melihat lihat ke atas dan ke keliling. Saya pikir mungkin di ruangan itu ada kamera pengintai atau cctv. Polisi di kedutaan ada beberapa orang yang tahu kedatangan saya. Besoknya pagi pagi pihak kedutaan menelefon saya menanyakan kabar saya. Dia bilang tadi pagi polisi juga telah mengecek daerah rumah saya sebelum pihak kedutaan menelefon saya. Saat berbicara dengan saya pegawai kedutaan di dampingi oleh polisi. Pihak kedutaan juga ingin memberi hadiah pada saya. Tapi saya tolak. Mereka juga menyebut nama madzhab saya malik ar'asy. Lalu mereka berniat akan membuatkan kartu tanda pengenal dari kedutaan sebagai malik ar'asy. Kata mereka untuk jaga jaga karena saya suka berpergian sendirian. Jadi polisi akan tahu identitas saya. Hal itu saya tolak karena merepotkan. Karena kartu tanda pengenalnya memakai jepitan seperti peniti yang musti di jepit di saku baju saya bagian depan serta musti saya bawa kemanapun saya pergi. Lalu akhirnya orang kedutaan meminta izin pada saya untuk mencatatkan nama dan alamat saya di kepolisian sebagai malik ar'asy. Dengan alamat cipinang baru bunder rt 01 rw 01 no..... kelurahan cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Dengan silsilah nenek saya adalah fatima ibnt abdul azis ibn malik saud. Serta mencatatkan identitas saya yang lainya. Seperti nama ayah dan pekerjaan ayah saya. Juga nama ibu DLL. Kata orang kedutaan kartu tanda pengenal sebagai Malik Ar'asy untuk saya tetap di buatkan. Hanya di taruh di kedutaan.    Untuk di simpan. Orang kedutaan anehnya juga tahu alamat rumah saya tempo dulu. Yaitu gang 2 no 3. orang kedutaan juga sempat berbicara dengan ayah saya. Orang kedutaan juga berkata bahwa setelah menelefon ia akan mengecek ke daerah sekitar rumah saya lagi. ( Tapi katanya tanda pengenal milik saya tetap akan di buatkan. Dan akan di simpan di kedutaan ). Orang kedutaan juga mengira saya banyak uang. Uang bukan masalah bagi saya. Saya diam saja. Saya juga di sangkanya suka ke Saudi Arabia. Kedatangan saya ke kedutaan itu hanya sedang main saja melihat lihat ke dalam kedutaan. Saya juga di sangkanya berpura pura rendah diri. Di sangkanya saya sedang mengetes kedutaan. Setelah berbicara panjang lebar Pihak kedutaan juga menanyakan. Mengapa kamu tidak pernah aktif. Saya diam saja. Lalu pihak kedutaan bilang untuk sekedar mengingatkan saya. Mereka bilang bahwa saya itu dari raja Al Saud. Keturunan raja Abdul Azis. Madzhab Malik Ar'asy. Pihak kedutaan juga mencatatkan nomor nik kepegawaian ayah saya. Ayah saya itu bekerja di Ditjen bea cukai departemen keuangan. Dulu tahun 1996 ayah saya bertugas di pelabuhan Tanjung Priok. Nomor NIP kepegawaianya yaitu 060040.... Nama ayah saya di tempat kerjanya adalah rachman Setianto. Nomor NIP kepegawaian ayah saya di catat oleh pihak kedutaan kata pihak kedutaan nama madzhab saya Malik ar'asy akan di ajukan ke kantor ayah saya. Kesalahan saya yaitu saya tidak datang lagi ke kedutaan untuk meminta surat sebagai malik ar'asy yang pihak kedutaan saudi arabia ajukan ke kepolisian. Padahal orang kedutaan menyuruh saya main ke kedutaan untuk melihat lihat ke dalam kedutaan. Dulu saya masih muda dan nenek saya fatima masih hidup. Saya tidak terlalu memikirkan soal surat surat sebagai malik ar'asy. Karena saya pikir surat suratnya ada pada nenek saya ia simpan. Saya dulu sangat meremehkan soal surat surat. Karena dulu nenek saya masih hidup dan saya masih muda. Dan tidak terlalu memikirkan soal Malik ar'asy. Lagipula saya kurang jelas dan ngerti soal Malik ar'asy dan keluarga saud. Kedutaan sering menelefon saya menanyakan kabar saya. Tapi saya saat itu memang jarang berada di rumah. Karena saya lama tinggal di bogor. akhir tahun 1999 saya tidak memasang telefon lagi. Saya tidak pernah lagi datang ke kedutaan saudi arabia karena saya terus terang saya kurang jelas dan paham apa itu malik ar'asy dan keluarga saud. Pada akhir tahun 1997 ada kabar katanya saya sebagai malik ar'asy di konfirmasikan ke dpr ri dan kemenagri. Tahun 2001 ayah saya wafat. Akhir tahun 2002 saya membuat ktp di kantor kelurahan Cipinang. Dengan alamat Cipinang baru bunder RT 01 RW 01 no..... kelurahan Cipinang kecamatan Pulogadung Jakarta timur 13240. salah Saya merubah bentuk tandatangan saya pada ktp itu. Tapi baru 4 bulan ktp itu hilang. Salahnya saya tidak melapor pada pihak kepolisian soal hilangnya ktp itu. Tapi saat memiliki ktp itu saya sempat membuat surat akte jual beli atas sebidang tanah dan bangunan yang berada di rt 3 / 9 kelurahan rawapanjang kecamatan bojonggede bogor. Seluas 40m2. Dan menyambung kembali listrik atas rumah itu. Sampai 2x. Làlu pada sekitar bulan maret tahun 2005 saya menjual rumah itu. Kemudian pembeli rumah itu membuat suratnya atas namanya. Saya tidak pernah lagi datang ke kedutaan saudi arabia. Karena terus terang saya kurang jelas dan tahu soal malik ar'asy dan keluarga saud. Pada awal tahun 2004 fatimah wafat. Pada awal tahun 2005 saya menjual rumah di kelurahan rawa panjang itu. Lalu pembelinya membuat surat atas rumah itu. dan saya sebagai penjualnya. Pada tahun 2005 orang tua ibu saya menjual rumah kami. Pada tahun 2005 orang tua ibu saya menjual rumah kami. Lalu pada september 2005 kami pindah rumah ke rt 4/5 .. yang masih berada di kelurahan cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur. Tapi salahnya saya tidak melapor pada kedutaan saudi arabia bahwa saya pindah rumah. Lalu saya membuat ktp di rt 4/5. Beberapa lama kemudian saya mulai ingat soal kedutaan saudi arabia. Dan malik ar'asy madzhab saya. Dan surat pindah dari rt 01/01 ke rt 4/5 hilang serta surat lainya. Surat surat identitas milik keluarga yang menyatakan bahwa kami pernah tinggal di Cipinang baru bunder RT 001/001 juga hilang semua. Saya lalu beberapa kali menyurati kedutaan saudi arabia tapi anehnya mereka seperti tidak mengenal saya dan tidak membalas surat saya. Saya surati agar datang ke rumah saya tapi tidak datang. Saya jadi bingung sendiri. Lalu saya menyurati kedutaan saudi arabia agar datang untuk melihat langsung ke 2 ijab nenek saya fatima. Memang beberapa bulan kemudian kata saudara ayah saya memang ada beberapa orang yang datang bahkan ada polisi yang beberapa kali datang menanyakan soal ke 2 ijab, surat harta dan cerita nenek saya tempo dulu itu. Saya juga melapor soal ini melalui surat kepada kepolisian, komnasham, kementrian luar negeri DLL soal perkara ini. Komnasham juga pernah saya surati agar mendatangi kantor kedutaan saudi arabia untuk membicarakan masalah saya. Dulu kira kira tahun 20092012 kasus saya sudah ada nomornya serta ada judul kasusnya di komnasham. Judulnya yaitu hilangnya fatimah. Jadi perkaranya yaitu. Lantaran saya lama tidak datang ke kantor kedutaan saudi arabia lalu pihak kedutaan saudi arabia seperti tidak mengenal saya. Serta tidak ada komunikasi antara saya dan kedutaan. Cuma itu....... Sehari setelah saya datang ke kedutaan puhak kedutaan menelefon saya dan suka menelefon saya. Ada sekitar 25 x pihak kedutaan menelefon saya. Sejak saya datang ke kantor kedutaan saudi arabia pada akhir tahun 1996 sampai pertengahan tahun 1999. Lalu saya suka mengirim surat pada kedutaan saudi arabia sejak tahun 2007 sampai sekarang ada sekitar 40 surat. Memang saya ada Kesalahan lainya. Yaitu mustinya dulu saya dan ayah saya membuat ijab baru atas nama saya dan nama ayah saya. Jadi tidak mengandalkan surat surat sebagai malik ar'asy milik nenek saya fatima. Karena saya dan ayah saya tidak membuat ijab baru jadi kami masih memakai ijab nenek saya fatima. Dan ternyata semua keluarga Saud katanya mendapat uang tunjangan bulanan. Tapi sejak lahir saya dan orang tua tidak pernah mendapat uang itu. Jadi kemana uang tunjangan saya selama ini. Belum lagi tunjangan hari raya dan hari besar. Serta fasilitas lainya. Jika di hitung sejak saya dan orang tua saya lahir jumlahnya sudah sangat banyak sekali. Tolonglah saya. Tolong dan bantulah saya menuntut uang dan hak hak saya. alamat ayah saya yang tertulis di kantornya adalah rumah di cipinang baru bunder rt 001 rw 001 no..... kelurahan cipinang kecamatan pulogadung jakarta timur 13240. Rumah itu berada di komplek kehakiman. Saya bisa tinggal di komplek kehakiman karena ibu saya mempuyai ayah pegawai kehakiman. Namanya moh ali. Sedang istrinya bernama nuraini. Dulu sehari setelah saya datang ke kedutaan saudi arabia pada tahun 1996 orang kedutaan bilang pada saya. Apakah kita musti lapor pada departemen kehakiman bahwa kamu tinggal di komplek kehakiman. Saya jawab' terserah pihak kedutaan. Lalu orang kedutaan bilang. Akan mereka bicarakan dulu. Bagaimana baiknya. Tolonglah saya menuntut dan mengambil hak hak saya. Cerita di atas belum tentu benar seperti yang tertulis di atas. Nantinya mungkin akan ada perubahan perubahan sesuai bukti bukti yang mungkin nanti akan di temukan. Tambahan, praduga serta yang lainya. Surat surat nenek saya 95% lebih hilang. Karena saat nenek saya pergi dari rumah hampir 25 tahun ia meninggalkan semua surat suratnya. Saat pulang hampir semua suratnya hilang. Yang ada sudah berantakan dan seperti tertukar. Bahkan katanya baru beberapa bulan nenek saya pergi surat suratnya sudah pada hilang Tapi untung saya ke 2 ijab Fatima di titipkan pada saudara. Surat surat apa saja mereka curi. Termasuk juga surat surat tentang peristiwa tempo dulu itu. Dan rata rata surat surat itu di ketik beberapa rangkap. Sepertinya para pencuri surat surat nenek saya telah menyalahgunakan surat surat nenek saya. Baru beberapa bulan nenek saya pergi sudah sangat banyak suratnya yang hilang. Dulu saat Fatima pergi hampir 25 tahun lalu pulang. Anak anak Fatima bingung dan tidak mengerti saat ibunya Fatima bilang bahwa mereka madzhabnya adalah Malik ar'asy. Karena mereka kurang tahu dan jelas soal siapa ayahnya Fatima. Sedang Fatima sendiri menunggu nunggu kedatangan utusan ayahnya lagi. Yang mungkin akan datang tadi tak juga ada yang datang. Ibunya Fatima juga menceritakan perkataan utusan ke 2 ayah Fatima. Saat registrasi pertama ibunya Fatima membawa sisa surat surat peninggalan ayah Fatima dan utusan ke 2 ayah Fatima. Lalu katanya di perlihatkan kepada pegawai kedutaan dan beberapa di berikan kepada pegawai kedutaan. Katanya juga dulu itu ibunya fatima bisa meregistrasi ke 2 ijab fatima. Karena di kedutaan saudi arabia memang tercatat nama dan alamat fatima sebagai malik ar'asy. Karena saat pertama kali saudi arabia membuka kantor konsulat di indonesia pada awal tahun 50 an ke 2 ijab fatima sudah di catatkan ke konsulat saudi arabia. Sekalian mencatatkan dan melaporkan bahwa harta Fatima yang di simpan di bank telah di bekukan/ di sita oleh Jepang pada tahun 1942. Ibunya Fatima heran.    Mengapa saat registrasi mereka tidak di kasih uang. Padahal mereka adalah keluarga Saud. Dan madzhabnya Malik ar'asy. Juga pada registrasi ke 2. Kata ibunya Fatima mungkin letak kita dalam silsilah sudah jauh dari raja. Hanya madzhabnya saja yang sama. Atau mungkin di Saudi Arabia sudah banyak orang yang madzhabnya Malik ar'asy. Atau mungkin hanya yang aktif saja yang mendapat uang. Begitu juga pada registrasi ke 3. Saat registrasi ibunya Fatima tidak di beri uang ataupun tunjangan. Saat hari raya juga tidak dapat uang dan tidak pernah ada pegawai kedutaan yang datang melihat rumah Fatima ataupun mendata keturunan Fatima. ( Usut di usut, pikir di pikir ternyata ibunya Fatima salah. Ia datang ke kedutaan hanya masuk ke ruang kamar registrasi. Lalu setelah selesai registrasi ia langsung pulang mustinya setelah registrasi ibunya fatima mustinya menemui kepala kedutaan. Untuk membicarakan urusan lainya) Karena registrasi ijab tidak ada uangnya maka anak anak Fatima jadi malas dan tidak mau memikirkan soal Malik ar'asy dan urusan kedutaan. Jadi tidak ada yang mengurus ke 2 ijab Fatima itu. Lalu mereka mulai melupakan soal Malik ar'asy dan keluarga Saud. Karena tidak ada uangnya. Lagipula mereka tidak ada yang bergerak di bidang keagamaan. Dulu tahun 70 an ada saudara sepupu Fatima yang datang ke kedutaan Saudi Arabia menanyakan apakah mereka tahu peristiwa tempo dulu yang di alami oleh Fatima dan Hasan. Orang kedutaan bilang bahwa ia tidak tahu. Lalu menanyakan madzhab raja Saudi Arabia. Lalu di jawab Malik ar'asy. Karena registrasi ijab tidak ada uangnya maka keturunan Fatima mulai melupakan dan tidak mau mengurus ke 2 ijab itu. Ayah saya waktu muda juga kurang mengerti soal madzhab Malik ar'asy. ----------- [20/11 15.36] ivsayaher: Di antara Surat surat yang mereka miliki itu adalah surat surat yang sudah di pakai oleh ibunya Fatima untuk mengurus harta Fatima yang di bekukan oleh jepang. Surat surat Fatima banyak yang di ketik beberapa rangkap. Saat pengurusan itu ibunya Fatima di suruh melakukan cap jempol.  Awal tahun 50 an Orang orang pergi ke arab untuk melaporkan harta Fatima yang ada di bank telah di bekukan oleh jepang pada tahun 1942. Orang orang itu di beri surat kuasa oleh ayah Fatima untuk mengurus soal harta itu. Karena beberapa kali ke arab. Maka teman teman dan keluarga ayah Fatima jadi mengenal mereka. Dan merekapun jadi tahu seluk beluk keluarga ayah Fatima. Orang orang itu di beri surat kuasa untuk mengurus harta Fatima yang di bekukan. Tapi surat itu di salah gunakan oleh orang orang itus Mereka menjadikan surat surat itu menjadi surat kuasa untuk mengurus semua hal dan apapun juga tentang Fatima dan keturunannya. Keluarga Hasan sangat berbahaya sekali. Lantaran Fatima pernah menikah dengan Hasan. Maka keluarga Hasan juga memiliki surat surat Fatima sebagai Malik ar'asy. Dan banyak surat surat itu yang memakai nama asli Hasan. Karena Hasan laki laki. ( Mustinya dulu mereka mengembalikan surat surat itu pada Fatima ). Bisa saja orang orang yang tidak tahu akan mengira Hasan lah yang merupakan Malik ar'asy. Atau bisa saja mereka mengaku ngaku sebagai keturunan Fatima. Lantaran memiliki surat surat itu. Di antara surat surat yang mereka miliki saat pertama kali merek mengajukan diri mereka ke kedutaan saudi Arabia sebagai keluarga saud adalah surat surat yang sudah di pakai oleh ibunya Fatima untuk mengurus harta Fatima yang di bekukan oleh jepang. Surat surat Fatima banyak yang di ketik beberapa rangkap. Saat pengurusan itu ibunya Fatima di suruh melakukan cap jempol. ( orang orang itu mengaku ngaku sebagai anak Fatima nenek saya). Awal tahun 50 an Orang orang pergi ke arab untuk melaporkan harta Fatima yang ada di bank telah di bekukan oleh jepang pada tahun 1942. Orang orang itu di beri surat kuasa oleh ayah Fatima untuk mengurus soal harta itu. Karena beberapa kali ke arab. Maka teman teman dan keluarga ayah Fatima jadi mengenal mereka. Dan merekapun jadi tahu seluk beluk keluarga ayah Fatima. Orang orang itu di beri surat kuasa untuk mengurus harta Fatima yang di bekukan. Tapi surat itu di salah gunakan oleh orang orang itu. Mereka menjadikan surat surat itu menjadi surat kuasa untuk mengurus semua hal dan apapun juga tentang Fatima dan keturunannya. Keluarga Hasan sangat berbahaya sekali. Lantaran Fatima pernah menikah dengan Hasan. Maka keluarga Hasan juga memiliki surat surat Fatima sebagai Malik ar'asy. Dan banyak surat surat itu yang memakai nama asli Hasan. Karena Hasan laki laki. ( Mustinya dulu mereka mengembalikan surat surat itu pada Fatima ). Bisa saja orang orang yang tidak tahu akan mengira Hasan lah yang merupakan Malik ar'asy. Atau bisa saja mereka mengaku ngaku sebagai keturunan Fatima. Lantaran memiliki surat surat itu. Para pencuri surat surat nenek saya Fatima sepertinya tahu apa yang sedang saya.  kerjakan. Sepertinya mereka berniat sabotase/ mendahului saya. Lantaran mereka memiliki surat surat yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang surat surat yang saya miliki. saya yang menceritakan dan melaporkan peristiwa tempo dulu ini. Tapi banyak sekali surat surat tentang peristiwa tempo dulu itu yang saya laporkan ternyata surat suratnya mereka yang memegangnya. ------------- Para pencuri surat surat nenek saya Fatima sepertinya tahu apa yang sedang saya.  kerjakan. Sepertinya mereka berniat sabotase/ mendahului saya. Lantaran mereka memiliki surat surat yang jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang surat surat yang saya miliki. saya yang menceritakan dan melaporkan peristiwa tempo dulu ini. Tapi banyak sekali surat surat tentang peristiwa tempo dulu itu yang saya laporkan ternyata surat suratnya mereka yang memegangnya. ------- Jadi peristiwanya terjadi sekitar tahun 60 an. Yaitu setelah ayah Fatima wafat dan Fatima belum pulang dari perginya yang selama hampir 25 tahun. Ada orang yang datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia dengan mengaku ngaku sebagai keturunannya Fatima. Dengan membawa surat surat Fatima. Lalu di percaya oleh pihak kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta. Padahal kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta belum pernah sekalipun bertemu dengan Fatima. Dan pihak kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta belum pernah datang ke rumah fatima. Saat pengurusan harta Fatima yang di bekukan oleh jepang, Fatima juga di wakilkan. Ibunya Fatima yang melakukan cap jempol. Tapi mengapa bisa pihak kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta percaya bahwa orang orang itu adalah anak fatima. Dan lagi surat surat yang mereka bawa sebagai bukti sudah pernah di gunakan oleh ibunya Fatima. Juga di pakai saat pengurusan harta Fatima yang di bekukan jepan. Surat surat yang mereka bawa itu adalah rangkapanya. Dan lagi alamat rumah Fatima yang tercatat di pihak kolonial Belanda, dan saat penitipan hartanya di bank dan untuk semua urusan itu tertulis bahwa alamat rumah Fatima berada di kampung Tegalwaru ciampea. ( Sepertinya saat pengurusan ada surat yang menulis pengurus itu ada yang beralamat Pekojan jakarta. Soalnya ayah tiri Fatima rumahnya di Pekojan. Sedang ayahnya Hasan menempati rumah Fatima yang berada di jalan Surabaya Menteng Jakarta ). Orang orang yang datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta dengan mengaku ngaku sebagai anaknya Fatima mereka adalah keluarga ayah tirinya Fatima, keluarga suaminya Sarifah dan sepupu ibunya Fatima yang tinggal di Surakarta Jawa tengah. -----------------------&-----+ Jadi orang orang itu mengaku ngaku sebagai keluarga Saud lalu meminta minta uang ke DPR, DPRD DPRD se-Indonesia. Lalu meminta uang dengan dalih bahwa masyarakat Indonesia banyak yang memeluk agama Islam jadi DPRD DPRD musti membayar pada mereka. Karena agama Islam itu dari Saudi Arabia dan mereka adalah keluarga Saud, keluarga kerajaan Saudi Arabia. Jadi DPRD DPRD musti membayar pada mereka setiap tahun. Serta musti memberi mereka fasilitas fasilitas dan jabatan. Serta DLL. --------- Sekitar tahun 60 an. Ada Orang orang yang mengaku ngaku sebagai keturunanya Fatima dan keluarga Saud. Dengan membawa surat surat nfatima yang hilang. ( Di salin sama persis ).   Mereka adalah saudara saudaranya ayah tirinya Fatima, suaminya Sarifah dan sepupu ibunya Fatima yang tinggal di sekitar surakarta Jawa tengah. Lalu di kemudian hari keluarga Hasan ikut ikutan dan sepupu ibunya Fatima yang tinggal di Empang kota Bogor. Lalu mereka mengajak para saudaranya. Serta mensahkan mereka ikut menjadi keluarga Saud. Dengan   berbagai madzhab. Jumlahnya sekitar  50 orang. Anehnya Mereka mengaku ngaku sudah ada dan tinggal di Indonesia sejak jaman kolonial.  Jadi peristiwanya terjadi sekitar tahun 60 an. Yaitu setelah ayah Fatima wafat dan Fatima belum pulang dari perginya yang selama hampir 25 tahun. Ada orang yang datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia dengan mengaku ngaku sebagai keturunannya Fatima. Dengan membawa surat surat Fatima. Lalu di percaya oleh pihak kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta. Padahal kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta belum pernah sekalipun bertemu dengan Fatima. Dan pihak kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta belum pernah datang ke rumah fatima. Saat pengurusan harta Fatima yang di bekukan oleh jepang, Fatima juga di wakilkan. Ibunya Fatima yang melakukan cap jempol. Tapi mengapa bisa pihak kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta percaya bahwa orang orang itu adalah anak fatima. Dan lagi surat surat yang mereka bawa sebagai bukti sudah pernah di gunakan oleh ibunya Fatima. Juga di pakai saat pengurusan harta Fatima yang di bekukan jepan. Surat surat yang mereka bawa itu adalah rangkapanya. Dan lagi alamat rumah Fatima yang tercatat di pihak kolonial Belanda, dan saat penitipan hartanya di bank dan untuk semua urusan itu tertulis bahwa alamat rumah Fatima berada di kampung Tegalwaru ciampea. ( Sepertinya saat pengurusan ada surat yang menulis pengurus itu ada yang beralamat Pekojan jakarta. Soalnya ayah tiri Fatima rumahnya di Pekojan. Sedang ayahnya Hasan menempati rumah Fatima yang berada di jalan Surabaya Menteng Jakarta ). Orang orang yang datang ke kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta dengan mengaku ngaku sebagai anaknya Fatima mereka adalah keluarga ayah tirinya Fatima, keluarga suaminya Sarifah dan sepupu ibunya Fatima yang tinggal di Surakarta Jawa tengah. Jadi orang orang itu mengaku ngaku sebagai keluarga Saud lalu meminta minta uang ke DPR, DPRD DPRD se-Indonesia. Lalu meminta uang dengan dalih bahwa masyarakat Indonesia banyak yang memeluk agama Islam jadi DPRD DPRD musti membayar pada mereka. Karena agama Islam itu dari Saudi Arabia dan mereka adalah keluarga Saud, keluarga kerajaan Saudi Arabia. Jadi DPRD DPRD musti membayar pada mereka setiap tahun. Serta musti memberi mereka fasilitas fasilitas dan jabatan. Serta DLL. Sekarang anehnya saudara saudara ayah tiri Fatima dan saudara saudara suaminya Sarifah adik tiri Fatima mereka jadi pegawai di kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta Indonesia. Aneh sekali. Mengapa bisa. Juga saudara saudaranya Hasan dan keturunan para sepupu ibunya Fatima. Dan juga teman teman mereka. Mengapa mereka bisa jadi pegawai di kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta Indonesia. Padahal mereka berkewarnegaraan lain. Berkewarganegaraan ganda. Dan baru beberapa tahun jadi warga negara di Saudi Arabia sudah jadi pegawai di kantor kedutaan Saudi Arabia jakarta Indonesia. Mengapa bisa. Mereka itu dulunya adalah warga negara Indonesia. Dan baru beberapa tahun berkewarnegaraan ganda. Semua ini terjadi lantaran Fatima pergi dari rumah hampir 25 tahun. Yaitu mulai awal tahun 1947 sampai akhir tahun 1971. Fatima pergi meninggalkan semua suratnya. Saat pulang hampir semua suratnya hilang. Yang hilang 95% lebih. Jadi mulai awal tahun 1947 sampai akhir tahun 1971 tidak ada Fatima. Fatima belum mengambil warisan dari ayahnya karena surat pengambil warisan dari pengacara eropa hilang . Para pegawai itu jahat, khianat dan pencuri. Mereka mensahkan orang lain sebagai Fatima untuk mengambil warisan Fatima dari ayahnya. Sekitar tahun 60 an. Ada Orang orang yang mengaku ngaku sebagai keturunanya Fatima dan keluarga Saud. Dengan membawa surat surat nfatima yang hilang. ( Di salin sama persis ).   Mereka adalah saudara saudaranya ayah tirinya Fatima, suaminya Sarifah dan sepupu ibunya Fatima yang tinggal di sekitar surakarta Jawa tengah. Lalu di kemudian hari keluarga Hasan ikut ikutan dan sepupu ibunya Fatima yang tinggal di Empang kota Bogor. Lalu mereka mengajak para saudaranya. Serta mensahkan mereka ikut menjadi keluarga Saud. Dengan   berbagai madzhab. Jumlahnya sekitar  50 orang. Anehnya Mereka mengaku ngaku sudah ada dan tinggal di Indonesia sejak jaman kolonial.  Di antara Surat surat yang mereka miliki itu adalah surat surat yang sudah di pakai oleh nenek saya Fatima untuk mengurus harta nenek saya yang di bekukan oleh jepang. Surat surat Fatima banyak yang di ketik beberapa rangkap. Saat pengurusan itu ibunya Fatima di suruh melakukan cap jempol.  Awal tahun 50 an Orang orang pergi ke arab untuk melaporkan harta Fatima yang ada di bank telah di bekukan oleh jepang pada tahun 1942. Orang orang itu di beri surat kuasa oleh ayah Fatima untuk mengurus soal harta itu. Karena beberapa kali ke arab. Maka teman teman dan keluarga ayah Fatima jadi mengenal mereka. Dan merekapun jadi tahu seluk beluk keluarga ayah Fatima. Orang orang itu di beri surat kuasa untuk mengurus harta Fatima yang di bekukan. Tapi surat itu di salah gunakan oleh orang orang itu. Mereka menjadikan surat surat itu menjadi surat kuasa untuk mengurus semua hal dan apapun juga tentang Fatima dan keturunannya. Keluarga Hasan sangat berbahaya sekali. Lantaran Fatima pernah menikah dengan Hasan. Maka keluarga Hasan juga memiliki surat surat Fatima sebagai Malik ar'asy. Dan banyak surat surat itu yang memakai nama asli Hasan. Karena Hasan laki laki. ( Mustinya dulu mereka mengembalikan surat surat itu pada Fatima ). Bisa saja orang orang yang tidak tahu akan mengira Hasan lah yang merupakan Malik ar'asy. Atau bisa saja mereka mengaku ngaku sebagai keturunan Fatima. Lantaran memiliki surat surat itu. Saudi Arabia pertama kali membuka kantor konsulat jendral di Indonesia sekitar tahun 1951. Lalu sekitar tahun 1957 baru membuka kantor kedutaan. Mustinya sewaktu pertama kali Saudi arabia membuka kantor konsulat di Indonesia. Mustinya mereka mendatangi pihak Belanda dan Jepang . Untuk menanyakan data data keluarga Saud yang pernah ke Indonesia dan tinggal di Indonesia. Serta mendatangi negara yang dulu berkuasa di arabia. Untuk menanyakan data data keluarga Saud yang pernah ke Indonesia dan mempunyai anak di Indonesia. Mustinya begitu . Mustinya lagi mereka mendatangi rumah keluarga Saud di Indonesia. Yaitu rumah nenek saya Fatima. Alamat nenek saya yang tercatat. Yaitu berada di kampung Tegalwaru ciampea Bogor. Mustinya mereka mendatangi rumah nenek saya Fatima. Selain itu Mustinya mereka dulu meminta arsip arsipnya. Juga arsip keluarga Saud yang hartanya di bekukan oleh jepang pada tahun 1942. Tapi ini tidak .......... Sama halnya juga dengan pemerintah Indonesia. Mustinya saat proklamasi kemerdekaan. Pemerintah Indonesia Mustinya meminta data data keluarga Al Saud yang ada di Indonesia. Karena agama Islam dari Saudi Arabia. Dan agama Islam di cantumkan dalam UUD 45. ( Agama Islam dari Saudi Arabia dan atas nama keluarga  Al Saud. Keluarga kerajaan Saudi Arabia ). ( Ada kabar si palsu meminta uang bulanan untuk hal itu pada pemerintah Indonesia ). ( Harap temukan arsip aslinya untuk semua perkara ini. Buka duplikat atau saduran ). Ada di antara mereka yang ikut habib dulu. Lalu sekitar 10 tahun kemudian datang ke kantor kedutaan saudi Arabia dengan mengaku ngaku sebagI keluarga saud. Dengan membawa surat surat palsu. Ada di antara mereka yang namanya dan nama famnya tercatat di kantor arsip nasional ri. Mereka tercatat bukan keluarga saud. Tapi beberapa lama kemudian mereka datang ke kantor kedutaan saudi Arabia dengan mengaku ngaku sebagai keluarga saud. Dengan membawa surat surat palsu. Nama mereka tidak ada di arsip Belanda dan Jepang saat jaman kolonial. Dan harta mereka tidak di sita oleh Jepang saat Jepang masuk ke indonesia. Tidak ada catatan harta mereka di bekukan Jepang pada tahun 1942. Dan tidak ada catatan pada negara negara eropa yang dulu berkuasa di Arab. Bahwa keluarga saud mempuyai anak mereka di Indonesia. Tapi pada kedutaan saudi Arabia jakarta mereka ngakunya sudah ada di indonesia sejak jaman kolonial. Anehnya mereka mengajukan darang ke kantor kedutaan saudi Arabia jakarta tahunya sudah tahun 90 an. Dan umur mereka sudah 40 tahunan. Bahkan ada yang sudah berumur 50 tahun. Setelah berhasil menjadi keluarga saud. Mereka mengangkat teman temanya juga menjadi keluarga saud. Jadi dari satu orang bisa tumbuh jadi 100 orang. Mereka juga menjadikan teman teman mereka untuk menjadi pegawai pegawai di kantor kedutaan saudi Arabia. ( jadi berhati hatilah). Asal muasalnya begini........ Jadi katanya sih yang mensahkan mereka adalah orang orang yang pertama kali berhasil menjadi keluarga saud di Indonesia. Peristiwanya terjadi para tahun 60 an. Mereka adalah pencuri surat surat nenek saya Fatima. Orang itu mengaku ngaku sebagai anak nenek saya fatima ( ini orang yang pertama berhasil mengaku ngaku sebagai keluarga saud dengan mengaku sebagai anak nenek saya fatima. Terus dia mengangkat teman teman yang lainya menjadi keluarga saud) ini tanpa pencekan DNA. Dan yang mereka adalah pegawai kedutaan saudi. Saya jadi heran. Mengapa para pegawai kedutaan saudi Arabia di beri hak dan kuasa untuk mensahkan seseorang menjadi keluarga saud. Mustinya si orang yang mengaku sebagai keluarga saud itu mustinya pergi ke saudi Arabia terlebih dahulu. Menemui raja saudi Arabia. Dan menemui keluarga saud yang pertama ada di indonesia. TAPI INI TIDAK... Keluarga saud itu adalah keluarga kerajaan saudi Arabia. Dan agama islam itu dari saudi Arabia. Saudi Arabia itu negara kerajaan. Setelah berhasil menjadi keluarga saud. Si palsu meminta macam macam kepada pemerintah Indonesia karena mereka adalah keluarga saud. Dan karena agama islam itu dari saudi Arabia. Uang, jabatan serta berbagai fasilitas dan hak hak kuasa. Mereka juga meminta macam macam kepada kerajaan saudi arabia. Mereka juga mengangkat teman teman mereka menjadi keturunan nabi. Lalu di buatkan paten serta mendapat fasilitas. Banyak di antara mereka yang ikut persatuan habib ( organisasi dari negara taman). Jaman dulu ulama di taman di panggil dengan nama habib. Lalu banyak yang hijrah ke Indonesia. Setelah Indonesia merdeka mereka membuat persatuan. Lalu banyak orang orang Arab yang bukan habib yang tinggal di Indonesia ikut persatuan mereka. Ikut menjadi habib. Mereka lalu ikut ikutan membuat silsilah. Silsilah bahwa ajaran yang mereka dapat itu adalah dari nabi muhamad. Yang pada silsilah itu tertulis nana mereka atau orang tua dan kakek mereka pada akhir nama silsilah. ( jadi silsilah itu adalah silsilah siapa yang mengajarkan ilmu agama pada mereka) Facebook https://www.facebook.com/profile.php?id=61583859590845 [20/11 18.50] ivsayaher: Saya ingin bapak ibu sekarang datang ke kantor kedutaan saudi Arabia jakarta untuk meminta data data dan identitas orang orang yang mengaku ngaku sebagai keluarga saud di Indonesia. Juga kapan mengajukanya, umur, kelengkapan, foto, alamat DLL. pokoknya semuanya tentang orang itu. Lalu ambilah contoh DNA orang itu. Serta silsilah orang itu ada di belah mana dari keluarga saud. Lalu cek dan cocokan DNA mereka..... Mereka serabutan dan ternyata bukan saling saudara. Jadi untuk mengecek DNA mereka tidak perlu ke saudi Arabia. Cukup cek DNA antar mereka. Mereka serabutan. Satu sama lain ternyata bukan saudara kandung. sulitnya banyak di antara mereka adalah sepupu ibunya fatima serta anak anaknya. DNA mereka pasti saudara saya. Tapi bukan keluarga saud. Demi saya adalah cucunya fatima. Nenek sata adalah satu satunya keluarga saud yang ada di indonesia sejak jaman kolonial Belanda. Yang asli itu bukan yang kaya, yang ahli bahasa Arab, ahli agama, berpendidikan tinggi, pejabat, sering ke saudi Arabia, banyak teman orang Arab, berwajah Arabia, sering ke kedutaan, DLL. tapi yang DNA nya adalah DNA keturunan keluarga saud. ambilah DNA mereka secara rahasia terlebih dahulu. Bila bapak ibu tidak percaya bahwa mereka palsu. Bahkan GEN mereka ada yang bulan GEN Arabia. Tolonglah saya. Bagaimana ini. Sedang mereka sudah sangat lama. Dan baru ketahuan sekarang. Aneh mengapa para pegawai kantor kedutaan saudi Arabia jakarta tidak bilang pada saya. Bahwa di Indonesia ada keluarga saud yang lain. Dan ada orang orang lain yang mengaku ngaku sebagai keturunan nenek saya fatima.. Mengapa mereka tidak bilang. Mengapa saya baru tahu. Orang orang itu juga membuat paten bahwa, mereka adalah keluarga saud. Bagaimana ini. Bagaimana cara menyingkirkan mereka. Tapi dalam arsip. Cuma fatima nenek saya keluarga saud yang tinggal di Indonesia dan berdarah Indonesia. Dan dalam arsip negara negara yang berkuasa di Arabia. Juga cuma nenek ayah nenek saya yang punya anak di Indonesia. Jaman dulu saat hasan di culik. Orang orang arab dari mana mana dan dari Jawa pada berkumpul di rumah ibunya fatima di Ciampea. Mereka sudah mencari kata mereka cuma fatima satu satunya keluarga saud yang tinggal di Indonesia. Mereka juga membantu mencari hasan yang hilang. Saya harap pengadilan yang dapat di lakukan di saudi Arabia. Karena di Indonesia mereka sangat berani. Jadi saya harap semua orang orang itu di tangkap dan di bawa ke saudi Arabia. Sesegera mungkin. Jadi saya harap juga carilah apapun tentang orang orang itu. Baik sejarah hidupnya, keluarganya kegiatannya, teman temannya. Dan apapun yang selama ini orang itu lakukan. Juga cap jempol, tandatangan, DNA saudara saudaranya DLL. bukti tentang apapun yang mereka punya kepada pemerintah Indonesia dan saudi Arabia. Serta di negara sekitar. Saya harap segera mungkin. Saya harap juga pemerintah Indonesia mau menyediakan tim khusus untuk kasus ini. Serta dokter ahli forensik DNA. Serta mau menyediakan pengacara ahli untuk saya. Terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaan saudara Iva********** kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional.

Mohon maaf, pertanyaan Anda sudah pernah kami jawab pada tanggal 24 septemnber 2025 Dijawab oleh Febi Ardhianti, S.E.,M.H (Penyuluh Hukum Madya) Dan Teguh Ariyadi, S.SOS., M.SI. (Penyuluh Hukum Madya) dan pertanyyan berikutnya dijawab kembali oleh safril nurhalim, SH.,MH dan Nurhayati, SH.,MH (Penyuluh Hukum Madya). Saran kami sebaiknya Anda datang langsung ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum setempat. Di sana, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum gratis dan menceritakan kasus Anda secara lebih rinci, dengan membawa bukti-bukti yang relevan. Berikut ini akan kami jawab Kembali permasalahan hukum Anda

Terima kasih atas pertanyaan Anda,  kepada Badan Pembinaan Hukum Nasional. Kami turut prihatin atas masalah hukum yang sedang Anda hadapi. Setelah kami membaca tautan yang Anda berikan, mohon maaf, kami kesulitan memahami detail kasus Anda karena informasinya tidak jelas. Agar kami bisa memberikan saran hukum yang tepat, Anda sebaiknya berkonsultasi secara langsung.  Silakan datang ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum setempat. Di sana, Anda bisa mendapatkan layanan konsultasi hukum gratis dan menceritakan kasus Anda secara lebih rinci, dengan membawa bukti-bukti yang relevan.

Apabila Anda  membutuhkan layanan jasa hukum atau bantuan hukum gratis, terdapat layanan yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu dengan persyaratan tertentu.  Adapun layanan tersebut yaitu diantaranya sebagai berikut:

  1. Melalui Advokat Pro Bono: Istilah bantuan hukum secara cuma-cuma (pro bono) berarti jasa hukum yang diberikan advokat tanpa menerima pembayaran honorarium meliputi pemberian konsultasi hukum, menjalankan kuasa, mewakili, mendampingi, membela, dan melakukan tindakan hukum lain untuk kepentingan pencari keadilan yang tidak mampu. Ajukan permohonan langsung ke advokat yang memberikan layanan hukum cuma-cuma atau melalui organisasi advokat. Menurut Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat Pasal 22 ayat 1 menyatakan :” Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu.” Di sini Advokat tidak meminta imbalan apapun karena jasanya.
  2. Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH): Anda dapat datang ke LBH yang telah lolos verifikasi dan akreditasi oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia LBH yang terakreditasi oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia dapat dilihat pada Keputusan Menteri  Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-5.HN.04.03 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri  Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor M.HH-6.HN.04.03 Tahun 2024 yang dapat diunduh pada web https://bphn.go.id/informasi.
  3. Melalui Posbakum Pengadilan: Datangi Pos Bantuan Hukum yang ada di lingkungan pengadilan terdekat, isi formulir, dan lampirkan dokumen persyaratan. 

Untuk langkah diatas, Anda harus  ajukan permohonan tertulis ke Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di pengadilan, lembaga bantuan hukum (LBH), atau langsung ke advokat pro bono, dengan melampirkan identitas pemohon, uraian masalah, dan surat keterangan tidak mampu dari pejabat setempat atau dokumen pengganti seperti kartu sosial. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi untuk menangani masalah hukum baik di pengadilan (litigasi) maupun di luar pengadilan (non-litigasi). 

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat, terima kasih.

Disclamer :        Jawaban Konsultasi Hukum semata-mata hanya sebagai pendapat hukum dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sebagaimana putusan pengadilan.

Dasar Hukum :

  1. Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat;
  2. Peraturan Menteri  Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH-6.HN.04.03 Tahun 2024 tentang Lembaga/Organisasi Bantuan Hukum Yang Terverifikasi dan Terakreditasi Kembali Sebagai Pemberi Bantuan Hukum Periode Tahun 2025 Sampai Dengan 2027.

 

0

Pertanyaan Lanjutan

Tidak ada pertanyaan lanjutan

Diskusi Konsultasi

Silakan login terlebih dahulu untuk menambahkan komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!