News Latest-Kapusluhbankum : "Do your best and let God do the rest"
Dilihat: 3121 kali

Kapusluhbankum : "Do your best and let God do the rest"

Kapusluhbankum : "Do your best and let God do the rest"

lsc.bphn.go.id-Jakarta. Pada Tanggal 15 Agusrts 2017, melalui acara serah terima jabatan, maka Bapak Djoko Pudjirahardjo resmi melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagai Kepala Pusat Penyuluhan dan Bantuan Hukum. Sesuai dengan arahan ibu kepala BPHN adalah percepatan kinerja dengan perumpamaan gigi perseneling 4 (empat), Kapusluhbankum mengumpulkan para pejabat struktural di lingkungan Pusluhbankum.

Dalam arahan pertamanya Kapusluhbankum mengharapkan adanya kerjasama tim yang solid di lingkungan Pusluhbankum, "kita bekerja harus enak, tetapi bukan seenaknya" tutur beliau. Untuk kedepannya, Kapusluhbankum berharap seluruh pegawai, bukan hanya menjadi rekan kerja tetapi juga harus menjadi keluarga, “jangan samapai di waktu yang baik ini kita meninggalkan warisan (legacy) yang kurang bermanfaat, hubungan baik antara pihak juga harus selalu dijaga dan dibina secara harmonis”, Pungkasnya.

Bahwa dalam rangka penggunaan anggaran itu bersifat hitam putih yang artinya perlu ditegaskan berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku, belanja masalah merupakan upaya untuk dapat menemukan inti persoalan dari sebuah organisasi begitu pula dengan Pusluhbankum, masing-masing subbidang memaparkan pencapaian yang telah dilakukan dan penyerapan dari anggrannya. 6 (enam) Subbidang teknis dan 1 (satu) subbidang administratif harus mampu mengidentifikasi baik dari segi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang ada, sehingga selain penyerapan anggaran yang maksimal akan beriringan pula dengan pencapaian outcome serta output yang berkualitas.

Sebagaiamana perumpamaan “Do your best and let God do the rest”, Kapusluhbankum percaya bahwa kinerja berke-PASTI-an itu ditopang dengan keyakinan yang utuh serta kepercayaan yang tulus. Komunikasi juga menjadi kunci penting dalam membangun kerjasama tim ini. Akan selalu ada keadaan dikotomi antara fungsional dan struktural dalam praktiknya, sehingga perlu dilakukan komunikasi yang intensif, agar dalam pelaksanaan kegiatan tidak menjadi friksi yang berkepanjangan, kita tidak boleh menjadi seperti itu, pemahan akan tujuan yang sama adalah kunci utama dalam menjaga hubungan

Komentar

Silakan login terlebih dahulu untuk menambahkan komentar pada berita ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!